PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Rabu, 08 Juni 2011

KONSEP DASAR REMAJA 1

Dr. Suparyanto, M.Kes

KONSEP DASAR REMAJA

PENGERTIAN REMAJA
  • Remaja adalah “adolescentia” yang berarti remaja yang mengalami kematangan fisik, emosi, mental, dan social. Piaget (dalam Hurlock, 1980) mengatakan bahwa, masa remaja adalah masa berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana individu tidak lagi merasa dibawah tingkatan orang dewasa, akan tetapi sudah dalam tingkatan yangb sama.
  • Seseorang dikatakan sudah memasuki masa remaja yaitu remaja yang berada dalam usia antara 16-17 dan berakhir pada usia 21 tahun. (Pieter, S.psi, Herri Zan, 2010: 163).

CIRI-CIRI MASA REMAJA 

1. Sebagai periode peralihan
  • Peralihan berarti terputus atau berubah dari apa yang pernah terjadi sebelumnya. Peralihan adalah proses perkembangan dari satu tahap ke tahap berikutnya.
2. Periode mencari identitas diri
  • Remaja selalu mencari identitas diri guna menjelaskan siapa dirinya, apa perannya, apakah dia masih kanak-kanak atau telah menjadi orang dewasa, apakah siap menjadi suami atau istri, apakah percaya diri dengan latar belakang berbeda.
  • Tugas penting yang dihadapi oleh para remaja ialah mengembangkan sense of individual identity, yaitu menemukan jawaban dari pertanyaan mengenai dirinya, mencakup keputusan, dan standar tindakan. (Pieter, S.psi, Herri Zan, 2010 : 166)
  • Ciri-ciri remaja putri yaitu masa remaja terjadi perubahan postur tubuh dan peningkatan tinggi badan secara cepat, usia remaja 10-18 tahun (WHO, 1995), rata-rata usia tingkat kematangan/ mature stages pada remaja putri (WHO, 1995), diantaranya pertumbuhan payudara 10,6 tahun, puncak peningkatan TB 11,7 tahun, haid pertama 12,8 tahun (Caroline’s Weblog, 2008).

TUGAS PERKEMBANGAN MASA REMAJA
  • Adapun tugas perkembangan pada masa remaja secara umum antara lain :
  1. Menerima keadaan jasmani yang sebenarnya dan memanfaatkan.
  2. Memperoleh hubungan baru dan lebih matang dengan teman sebaya antara dua jenis kelamin.
  3. Memperoleh kebebasan emosional dari orang tua.
  4. Mendapatkan perangkat nilai hidup dan filsafat hidup.
  5. Memiliki citra diri yang realistis. (Pieter, S.psi, Herri Zan, 2010 : 180)

PERKEMBANGAN MASA REMAJA
  • Masalah remaja adalah masa datangnya pubertas (11-14 tahun) sampai usia sekitar 18- masa transisi dari kanak-kanak ke dewasa. Masa ini hampir selalu merupakan masa-masa sulit bagi remaja maupun orang tuanya. Ada sejumlah alasan untuk ini :
  1. Remaja mulai menyampaikan kebebasannya dan haknya untuk mengemukakan pendapatnya sendiri. Tidak terhindarkan, ini bisa menciptakan ketegangan dan perselisihan, dan bisa menjauhkan ia dari keluarganya.
  2. Ia lebih mudah dipengaruhi teman-temannya daripada ketika masih lebih muda. Ini berarti pengaruh orang tua pun melemah. Anak remaja berperilaku dan mempunyai kesenangan yang berbeda bahkan bertentangan dengan perilaku dan kesenangan keluarga. Contoh-contoh yang umum adalah mode pakaian, potongan rambut atau music, yang semuanya harus mutakhir.
  3. Remaja mengalami perubahan fisik yang luar biasa, baik pertumbuhannya maupun seksualitas. Perasaan seksual yang mulai muncul bisa menakutkan, membingungkan dan menjadi sumber perasaan salah dan frustasi.
  4. Remaja sering menjadi terlalu percaya diri dan ini bersama-sama dengan emosinya yang biasanya meningkat, mengakibatkan ia sukar menerima nasihat orang tuanya (Arifin, Syamsul, 2010).

PERUBAHAN FISIK PADA MASA REMAJA
  • Perkembangan fisik mulai pada periode awal hingga periode remaja akhir terlihat lebih sedikit mengalami penurunan. Penurunan terutama terjadi pada perkembangan eksternal (Pieter, S.psi, Herri Zan, 2010 : 167)
1.Perubahan Eksternal

a. Tinggi dan Berat Badan
  • Penambahan tinggi badan remaja putri rata-rata pada usia 17-18 tahun dan penambahan tinggi badan remaja putra kira-kira pada usia 18-19 tahun.
b. Organ Seks dan Ciri-ciri Sekunder
  • Perkembangan organ-organ seksual akan mencapai ukuran yang matang ketika masa remaja akhir. Akan tetapi, fungsi-fungsinya belumlah matang atau sempurna hingga beberapa tahun. Sementara untuk perkembangan ciri-ciri seks sekunder akan sempurna matang pada remaja akhir.
c. Proporsi Tubuh
  • Untuk beberapa dari bagian anggota tubuh secara perlahan-lahan akan mencapai perbandinagan proporsi tubuh yang lebih seimbang, misalnya untuk badan, dimana badan akan semakin melebar dan memanjang sehingga bentuk tubuh mereka tidak lagi kelihatan panjang seperti masa pubertas.


2.Perubahan Internal

a. Sistem Pencernaan
  • Secara fisik bentuk perut lebih panjang dan tidak lagi berbentuk pipa. Usus bertambah panjang dan besar, otot-otot perut dan dinding perut usus menjadi lebih kuat dan tebal.
b. Sistem Peredaran Darah dan Pernafasan
  • Ketika remaja memasuki usia 17-18 tahun perkembangan jantung sangat cepat. Demikian juga dengan panjang dan tebal dinding pembuluh darah akan meningkat dan mencapai kematangan seiring dengan bertambah matangnya kekuatan otot jantung.
c. Sistem Indokrin dan Jaringan Tubuh
  • Ketika masa remaja gonad yang meningkat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan sementara pada seluruh endokrin. Kondisi ini menyebabkan kelenjar seksual yang berkembang pesat dan semakin berfungsi hingga tahap remaja akhir dan awal dewasa.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Arifin, Syamsul. 2008. Perkembangan Masa Remaja. http://www/inpin4.esmartstudent.com/psiko.htm. diakses tanggal 12-3-2011
  2. Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta
  3. Bass. 2003. Angka Kejadian Kanker. http://www.google.co.id/search?hl=id&biw=1126&bih=670&tbm=bks&q=angka+kejadian+kanker+payudara+menurut+Bass+2003&aq=f&aqi=&aql=&oq
  4. Dianawati, Ajen. 2003. Pendidikan Seks Untuk Remaja. Purwakerta : Kawan Pustaka.
  5. Ihea . 2003. Indonesian Breast Self Examination. http//www.ihea.info.diakses tanggal 13-3-2011
  6. Notoatmodjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Asdi Mahasatya.
  7. Notoatmodjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Asdi Mahasatya.
  8. Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
  9. Pieter, S. psi, Herri Zan. Dkk. 2010. Pengantar Psikologi Untuk Kebidanan. Jakarta: Prenada Media Grup.
  10. Romauli, Suryati, dkk. 2009. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta : Nuha Medika.
  11. Saryono, dkk. 2009. Perawatan Payudara Cetakan Medika. Yogyakarta : Mitra Cendika.
  12. Setiati, Eni, 2009. Waspadai 4 Kanker Ganas Pembunuh Wanita. Yogyakarta : C.V ANDI OFFSET.
  13. Sirs. 2007. http://matanews.com/2010/02/04/kanker-payudara-dominan-di-indonesia
  14. Weblog, Coralene’s. 2008. Dampak Anemia. http://worpres.com//2008/06/03/dampak-anemia/. Diakses tanggal 12-03-2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar