PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Selasa, 03 Mei 2011

KONSEP GIZI

Dr. Suparyanto, M.Kes

KONSEP GIZI

PENGERTIAN GIZI
  • Gizi (nutrisi) juga dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari perihal makanan serta hubungannya dengan kesehatan (Ester. M, 2005: 4).
  • Gizi juga diartikan sebagai zat aktif yang terkandung dalam bahan makanan (Tirtawinata. TC, 2006: 55).

UNSUR-UNSUR GIZI
  • Gizi/nutrisi dibagi menjadi 5 kelompok utama yaitu protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral (Varney. H, 2007: 94). Tapi ada juga sumber yang menyebutkan bahwa air juga merupakan unsur gizi (Tirtawinata. TC, 2006: 55)
a. Protein
  • Komponen dasar sel dan dibutuhkan untuk pertumbuhan, penggantian, dan perbaikan sel. Protein terdiri dari campuran senyawa organik yang dikenal sebagai asam amino. Terdapat asam amino yang harus disediakan oleh makanan.
  • Sumber protein:
  1. Protein hewani: daging, ikan, telur, dan produk susu.
  2. Protein nabati: polong-polongan, kacang, dan biji-bijian.
b. Karbohidrat
  • Karbohidrat adalah sumber diet energi utama.
  • Sumber karbohidrat:
  • Biji-bijian, sayuran, buah dan gula.
c. Lemak
  • Lemak juga merupakan sumber energi dan memberi lebih banyak kalori per gram daripada protein atau karbohidrat.
  • Jenis-jenis lemak:
  1. Kolesterol: zat seperti lemak, terdapat dalam semua jaringan binatang. Sumbernya seperti daging dan telur.
  2. Lemak jenuh: berasal dari sumber binatang dan tanaman seperti dalam lemak, daging, kacang, produk susu, minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan minyak biji kelapa sawit.
  3. Lemak tak jenuh ganda: ditemukan terutama dalam minyak sayur, seperti bunga matahari, jagung, kacang kedelai.
  4. Lemak tak jenuh tunggal: ditemukan terutama dalam minyak sayur seperti olive, canola, kacang tanah.

d.Vitamin dan Mineral
  • Vitamin dan mineral merupakan zat organik yang digunakan oleh tubuh sebagai katalis untuk reaksi metabolisme intra selular.
  • Vitamin dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu:
a). Vitamin yang larut dalam lemak: vitamin A, D, E, K.
  1. Sumber vitamin A: produk susu, kuning telur, wortel, sayuran hijau.
  2. Sumber vitamin D: Produk susu, ikan.
  3. Sumber vitamin E: Minyak sayur, biji-bijian.
  4. Sumber vitamin K: sayuran berdaun hijau, margarin.
b). Vitamin yang larut dalam air: vitamin B, C.
  1. Sumber vitamin B: gandum, daging, polong-polongan.
  2. Sumber vitamin C: jeruk, tomat.
Mineral yang dibutuhkan oleh tubuh di antaranya:
  1. Asam folat, sumbernya: sayuran hijau, roti.
  2. Kalsium, sumbernya: susu, keju.
  3. Zat besi, sumbernya: susu, kuning telur.
  4. Yodium, sumbernya: garam yodium.
  5. Zink, sumbernya: makanan laut.
  6. Air. Air merupakan unsur yang sangat vital dalam kehidupan, karena tanpa air kelangsungan hidup tidak akan dapat bertahan.

FUNGSI GIZI
  • Secara garis besar, fungsi keenam zat gizi untuk keperluan tubuh adalah sebagai berikut (Tirtawinata. TC, 2006: 56):
a. Sebagai penghasil energi.
  • Zat gizi yang berperan sebagai penghasil energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Energi ini diperlukan untuk aktifitas sehari-hari, misalnya untuk berjalan, mandi, menulis, bekerja, olahraga dan aktifitas fisik lainnya. Untuk aktivitas internal tubuh sendiri diperlukan juga energi, yaitu untuk kerja organ-organ tubuh misalnya detak jantung, pernapasan, dan pengaturan suhu badan. Oleh karena itu, karbohidrat, lemak, dan protein disebut sebagai Zat Tenaga.
b. Sebagai pembangun tubuh.
  • Zat gizi yang berfungsi sebagai pembangun tubuh (zat gizi yang membentuk semua sel-sel jaringan baru untuk pertumbuhan serta mengganti jaringan yang sudah rusak) adalah terutama protein, vitamin, mineral dan air. Dalam hal ini, maka protein, vitamin, mineral dan air disebut sebagai Zat Pembangun.
c. Sebagai pengatur berbagai proses kimiawi dalam tubuh,
  • Zat gizi yang berfungsi sebagai pengatur berbagai proses kimiawi dalam tubuh misalnya mengatur keseimbangan cairan, mengatur rangsangan pada sel-sel saraf serta mengatur pembentukan tulang dan gigi adalah protein, vitamin, mineral dan air. Zat gizi ini disebut juga sebagai Zat Pengatur.
d..Zat gizi juga berperan sebagai pembentuk zat kekebalan tubuh atau imunitas yang bertugas dalam mempertahankan tubuh terhadap serangan berbagai kuman penyakit.

KEBUTUHAN GIZI/NUTRISI LANSIA
  • Kebutuhan nutrisi harian terhadap zat-zat gizi serta kebutuhan sumber-sumber energi bergantung pada sejumlah faktor yaitu umur, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, aktivitas fisik dan proses metabolisme dalam tubuh (Paath. EF, 2005: 5).

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MAKANAN
  • Ada 2 faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan, yaitu faktor internal dan faktor dan faktor ekternal (Barasi. ME, 2007: 22)
1. Faktor Internal 

a.Faktor fisiologis
  1. Rasa lapar: Kebutuhan untuk makan.
  2. Rasa kenyang: Menghentikan asupan makanan, mencegah proses makan selanjutnya.
b.Faktor Psikologis
  1. Nafsu makan: Keinginan terhadap makanan tertentu, berdasarkan pengalaman.
  2. Aversi/pantangan: Menghindari makanan tertentu, berdasarkan pengalaman masa lalu.
  3. Preferensi/kesukaan: Dibentuk dari seringnya kontak dengan makanan tersebut, dan proses belajar dini ( ketika pertama kali diperkenalkan pada makanan). Mungkin juga berkaitan dengan perbedaan genetik dalam kepekaan rasa.
  4. Emosi: Makanan tertentu dikaitkan dengan emosi positif atau negatif.
  5. Tipe kepribadian: Kepekaan terhadap pemicu eksternal dan internal yang mempengaruhi asupan makanan.

2.Faktor Eksternal

a. Budaya
  • Budaya adalah penentu utama dari pemilihan makanan. Budaya mendefinisikan apa yang dapat diterima sebagai makanan, dan mungkin mengidentifikasi subkelompok mana yang dapat mengonsumsi makanan tersebut. Misalnya, tidak semua makanan dianggap dianggap cocok untuk anak atau ibu hamil (misalnya minuman beralkohol).
b. Agama
  • Beberapa agama di dunia memiliki peraturan tentang makanan yang diperbolehkan dan kapan makanan tersebut boleh atau tidak boleh dimakan.Penganut agama-agama ini membatasi pilihan makanan mereka, tetapi juga memperoleh rasa identitas.
c. Keputusan Etis
  • Ada banyak keprihatinan mengenai cara pemeliharaan hewan untuk dimakan dan cara bertani yang merusak lingkungan. Pendukung suatu prinsip etika mungkin mengubah pilihan makanannya agar sesuai dengan prinsip yang dianutnya.
d. Faktor Ekonomi
  • Semakin tinggi status ekonominya, semakin banyak jumlah dan jenis makanan yang dapat diperoleh. Sebaliknya, orang yang hidup dalam kemiskinan atau berpenghasilan rendah memiliki kesempatan yang sangat terbatas untuk memilih makanan.
e. Norma sosial
  • Perilaku yang dapat diterima oleh lingkup sosial seseorang, dalam kaitannya dengan makanan berpengaruh kuat terhadap pemilihan makanan. Hal ini ditunjukkan melalui tekanan oleh teman sebaya dan memperkuat keyakinan orang tersebut tentang makanan.
f. Pendidikan/Kesadaran tentang Kesehatan
  • Faktor ini berasal dari lingkungan eksternal dan menentukan besarnya perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan makanan dan gizi, dan seberapa jauh masalah kesehatan menentukan pilihan makanan.
g. Media dan Periklanan
  • Kedua hal ini memberi informasi tentang beberapa makanan, biasanya makanan yang diproses atau diproduksi di pabrik, dan mungkin kurang baik nilai gizinya karena banyak mengandung lemak, garam, dan gula. Semakin sering diiklankan, semakin dikenalilah produk tersebut dan semakin banyak pula permintan akan produk tersebut.

GIZI TIDAK SEIMBANG
  • Gizi tidak seimbang dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. Gizi Lebih
  • Masalah ini disebabkan karena konsumsi makanan yang melebihi dari yang dibutuhkan terutama konsumsi lemak yang tinggi dan makanan dari gula murni. Pada umumnya masalah ini banyak terdapat di daerah perkotaan.
2. Gizi Kurang
  • Gizi kurang disebabkan karena konsumsi gizi yang tidak mencukupi kebutuhannnya dalam waktu tertentu.
3. Gizi Buruk
  • Bila kondizi gizi kurang berlangsung lama, maka akan berakibat semakin berat tingkat kekurangannya. Pada keadaan ini dapat menjadi kwarshiorkor dan marasmus yang biasanya disertai penyakit lain seperti diare, infeksi, anemia, dll (Paath. EF, 2005: 46).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Achmadi. (2009), Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Status Gizi, Ketersediaan dan Produksi Pangan. http:/ anianaharani.blogspot.com diakses pada 17 Pebruari 2011
  2. Andrews, G, (2010), Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Wanita: EGC. Jakarta
  3. Arisman. (2010), Gizi Dalam Daur Kehidupan: EGC. Jakarta
  4. Barasi, M. E, (2007), At A Glance Ilmu Gizi: Erlangga. Surabaya
  5. Baziad, Ali. (2003), Menopause dan Andropause: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta
  6. Baziad, Ali. (2010), Waspadai Menopause Dini. http://m.okezone.com diakses pada 7 Pebruari 2011
  7. Gibson. (1990). Pengertian Status Gizi. http:/www.rajawana.com diakses pada 15 Pebruari 2011
  8. Hadi. (2002). Pengertian Status Gizi. http:/www.rajawana.com diakses pada 15 Pebruari 2011
  9. Hanafiah. (1990). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Wanita Menghadapi Pre Menopause. http://www.bascommetro.com diakses pada 25 Pebruari 2011
  10. Lestari, D. (2010), Seluk Beluk Menopause: Gara Ilmu. Jogjakarta
  11. Notoatmodjo, S. (2010), Metodologi Penelitian Kesehatan: Rineka Cipta. Jakarta
  12. Nursalam. (2008), Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Salemba Medika. Jakarta
  13. Paath, E. F. (2005), Gizi Dalam Kespro: EGC. Jakarta
  14. Prasetyo, Iin. (2008), Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Menopause Dini di Desa Kuncen, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang. http://digilib.unimus.ac.id diakses pada tanggal 7 Pebruari 2011
  15. Prawirohardjo, S. (2005), Ilmu Kandungan: Yayasan Bina Pustaka, Jakarta
  16. Purwantyastuti. (2008). Menopause Dini. http:/mimi-breastfriend.blogspot.com diakses pada 17 Pebruari 2011
  17. Sugiyono. (2007), Statistika Untuk Penelitian: Alfabeta. Bandung
  18. Supariasa, I.D.N. (2002), Penilaian Status Gizi: EGC. Jakarta
  19. Tirtawinata, T.C. (2006), Makanan Dalam Prespektif Al Qur’an dan Ilmu Gizi: FKUI. Jakarta
  20. Utama, H. (2006), Gizi Sehat Untuk Perempuan: FKUI. Jakarta
  21. Varney, H. (2007), Buku Ajar Asuhan Kebidanan: EGC. Jakarta
  22. (2009), Kehidupan Seksual Wanita Saat Memasuki Usia Menopause. http://psks.lppm.uns.ac.id diakses pada 17 Pebruari 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar