PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Jumat, 09 September 2011

KONSEP DASAR ADAPTASI

Dr. Suparyanto, M.Kes

KONSEP DASAR ADAPTASI

PENGERTIAN ADAPTASI
  1. Adaptasi adalah suatu upaya untuk mempertahankan fungsi optimal yang melibatkan refleks, mekanisme otomatis untuk perlindungan mekanisme koping dan idealnya dalam mengarah pada penyesuaian atau penguasaan situasi (Potter, P, 2005).
  2. Adaptation. Adaptation diartikan penyesuaian psikologis terhadap berbagi keadaan yang berubah untuk mempertahankan fungsi yang normal ( Brooker, 2001)
  3. Adptation model adalah proses dinamika dalam pikiran, perasaan, perilaku dan biofisiologik individu yang terus berubah untuk menyesuaikan lingkungan terus berubah ( Hartanto, 2004)
  4. Adaptability. Adaptability merupakan kemampuan untuk beradaptasi baik secara maternal maupun fisik terhadap keadaan sekitar agar fleksibel (Hirchliff, S, 1999).

ELEMEN – ELEMEN YANG ADA PADA ADAPTASI
  • Menurut Suster Callista Roy (1969) adaptasi terdiri dari 3 elemen yaitu:
1. Manusia
  • Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistem adaptif. Sebagai sistem adaptif, manusia dapat digambarkan secara holistik sebagai satu kesatuan yang mempunyai input, kontrol, out put dan proses umpan balik. Proses kontrol adalah mekanisme koping yang dimanifestasikan dengan cara- cara adaptasi. Lebih spesifik manusia didefenisikan sebagai sebuah sistem adaptif dengan aktivitas kognator dan regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat cara-cara interdependensi. Dalam model adaptasi keperawatan, manusia dijelaskan sebagai suatu sistem yang hidup, terbuka dan adaptif yang dapat mengalami kekuatan dan zat dengan perubahan lingkungan.
2. Lingkungan
  • Lingkungan digambarkan sebagai dunia di dalam dan di luar manusia. Lingkungan merupakan masukan (input) bagi manusia sebagai sistem yang adaptif. Lebih luas lagi lingkungan didefinisikan sebagai segala kondisi, keadaan di sekitar yang mempengaruhi keadaan, perkembangan dan perilaku manusia sebagai individu atau kelompok
3. Sehat
  • Menurut Roy, kesehatan didefinisikan sebagai keadaan dan proses menjadi manusia secara utuh dan terintegrasi secara keseluruhan. Integritas atau keutuhan manusia menyatakan secara tidak langsung bahwa kesehatan atau kondisi tidak terganggu mengacu kelengkapan atau kesatuan dan kemungkinan tertinggi dari pemenuhan potensi manusia. konsep sehat dihubungkan dengan konsep adaptasi. Adaptasi yang bebas energi dari koping yang inefektif dan mengizinkan manusia berespons terhadap stimulus yang lain (Nursalam, 2008)

PROSES PENYESUAIAN DIRI (ADAPTASI)
  • Proses penyesuaian diri (adaptasi) menurut schneiders (1984) setidaknya melibatkan tiga unsur yaitu:
1. Motivasi dan Proses penyesuaian diri
  • Faktor motivasi dapat dikatakan sebagai kunci untuk memahami proses penyesuaian diri. Motivasi, sama halnya dengan kebutuhan, perasaan dan emosi merupakan kekuatan internal yang menyebabkan ketegangan dan ketidakseimbangan dalam organisme. Ketegangan dalam ketidakseimbangan merupakan kondisi yang tidak menyenangkan karena sesungguhnya kebebasan dari ketegangan dan keseimbangan dari kekuatan-kekuatan internal lebih wajar dalam organisme apabila dibandingkan dengan kedua kondisi tersebut.
2. Sikap terhadap realitas dan proses penyesuaian diri
  • Berbagai aspek penyesuaian diri ditentukan oleh sikap dan cara individu bereaksi terhadap manusia disekitarnya, benda-benda dan hubungan-hubungan yang membentuk realitas. Secara umum, dapat dikatakan bahwa sikap yang sehat terhadap realitas dan kontak yang baik terhadap realitas itu sangat diperlukan bagi proses penyesuaian diri yang sehat.
3. Pola dasar proses penyesuaian diri
  • Dalam penyesuaian diri sehari-hari terdapat suatu pola dasar penyesuaian diri. Pada orang dewasa, akan mengalami ketegangan dan frustasi karena terhambatnya keinginan memperoleh rasa kasih sayang, memperoleh anak, meraih prestasi dan sejenisnya. Untuk itu, dia akan berusaha mencari kegiatan yang dapat mengurangi ketegangan yang ditimbulkan sebagai akibat tidak terpenuhi kebutuhannya.

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES PENYESUAIAN DIRI (ADAPTASI)
  • Menurut Schneiders (1984), setidaknya ada lima faktor yang dapat mempengaruhi proses penyesuaian diri yaitu :
  1. Kondisi fisik
  2. Kepribadian
  3. Proses belajar
  4. Lingkungan
  5. Agama serta budaya

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN ADAPTASI

1. Usia
  • semakin cukup usia dan tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakat seorang yang lebih dewasa juga akan lebih di percaya dari orang yang belum cukup tinggi kedewasaanya, hal ini sebagai akibat dari kematangan jiwanya. Oleh sebab itu dia telah memiliki kemampuan untuk mempelajari dan beradaptasi pada situasi yang baru, misalnya mengingat hal-hal yang dulu pernah dipelajari, penalaran analogis (Nursalam, 2001).
  • Semakin muda seseorang maka sedikit pengalaman dan informasi yang didapat. Untuk dapat menerima dan menyerap informasi dengan baik dibutuhkan kematangan dalam berfikir. Apabila kematangan dan kekuatan seseorang dalam berfikir kurang, serta cara berfikir mereka rendah maka kemapuan dalam menerima dan menyesuaikan diri dalam menghadapi peran sebagai calon ibu akan rendah (Notoatmodjo 2003)
2. Pendidikan
  • Menurut Koentjoroningrat (1997) dikutip oleh Nursalam dan Siti Pariani (2001), dari tingkat pendidikan tersebut responden yang berpendidikan tinggi dengan mudah memperoleh informasi. semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin mudah menerima informasi sehingga semakin mampu menyesuaikan diri dalam menjalani peran sebagai calon ibu sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai yang baru diperkenalkan (Notoatmodjo 2003).
3. Pekerjan
  • Pekerjaan adalah serangkaian tugas atau kegiatan yang harus dilaksanakan atau diselesaikan oleh seseorang sesuai dengan jabatan atau profesi masing-masing. Status pekerjaan yang rendah sering mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang. Dan juga pekerjaan yang lebih baik adalah pekerjaan yang dapat berkembang, bermanfaat dan memperoleh berbagai pengalaman. (Notoatmodjo, 2003).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Alimul H, Aziz, 2007. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba Medika
  2. Arikunto, 2006. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT Rineka Cipta.
  3. Bobak, 2004. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC.
  4. Brooker, C, 2001. Kamus Saku Keperawatan .Ed : 31 . Jakarta : EGC
  5. Bryar, 2008. Teori Praktik Kebidanan. Jakarta : EGC
  6. Ella, 2010. Gender Analysis Pathway (GAP) dalam Program Making Pregnancy Safer (MPS) sebagai upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). .http://www.kemenkes.co.id. Diakses pada tanggal 12/02/2011.
  7. Henderson, C, 2005. Buku Ajar Konsep Kebidanan. Jakarta : EGC.
  8. Hartanto, H, 2004.kamus ringkasan kedokteran STEDMAN untuk profesi kesehatan. Ed: 4. Jakarta : EGC
  9. Hidayat, 2007.Metodologi Penelitian Kebidanan dan teknikanalisis data
  10. Hirchiff S, 1999. Kamus Keperawatan Edisi 17. Jakarta :EGC.
  11. Kasdu, D, Meiliasari, M, 2001. Info Lengkap Kehamilan dan Persalinan Bacaan Bagi Calon Ayah dan Ibu. Jakarta : 35 Publisher.
  12. Manuaba, I, 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta :EGC.
  13. Mansjoer, Arief. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Edisi III Jilid I. Jakarta : Media Aesculapius. Tanya Perpus.
  14. Notoatmojo, 2003. Pendidikan Dan prilaku kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta
  15. Notoatmodjo, 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
  16. Nursalam, Siti Pariani. 2001. Metodologi Riset keperawatan. Jakarta : CV Sugeng seto.
  17. Nursalam, 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
  18. Pillitteri, adele, 2002 Buku Suku Asuhan Ibu dan Anak. Jakarta : EGC.
  19. Saifuddin, AB, 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Nasional. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
  20. Salmah, 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta : EGC.
  21. Sugiri, 2007. Tingkat Kelahiran di Indonesia, http://www.Depkes.co.id,Jakarta Diakses pada Tanggal 12/02/20011
  22. Susanti, 2008. Psikologi Kehamilan. Jakarta : Salemba Medika
  23. Walsh, 2008. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta : 2007.
  24. Wiknjosastro, H, 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar