PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Sabtu, 17 September 2011

KONTRASEPSI MAL (METHODE AMENORRHOE LACTATION)

Dr. Suparyanto, M.Kes

KONTRASEPSI MAL (METHODE AMENORRHOE LACTATION)

1. PENGERTIAN MAL
  • Metode Amenore Laktasi (MAL) merupakan alat kontrasepsi yang mengandalkan pemberian air susu ibu (ASI) (Affandi, 2003).
  • MAL adalah suatu metode kontrasepsi dengan cara memberikan ASI kepada bayinya secara penuh (Varney, 2006).

2. SYARAT MAL
  1. Bayi tersebut harus berusia kurang dari 6 bulan.
  2. Wanita tersebut tidak mengalami perdarahan vaginal setelah 56 hari postpartum.
  3. Menyusui harus menjadi sumber nutrisi eksklusif untuk bayinya. (Varney, 2005)

3. CARA KERJA MAL
  • Konsentrasi prolaktin meningkatkan sebagai respons terhadap stimulus pengisapan berulang ketika menyusui. Dengan intensitas dan frekuensi yang cukup, kadar prolaktin akan tetap tinggi. Hormon prolaktin yang merangsang produksi ASI juga mengurangi kadar hormon LH yang diperlukan untuk memelihara dan melangsungkan siklus menstruasi. 
  • Kadar prolaktin yang tinggi menyebabkan ovarium menjadi kurang sensitif terhadap perangsangan gonadotropin yang memang sudah rendah, dengan akibat timbulnya inaktivasi ovarium, kadar esterogen yang rendah dan anovulasi. Bahkan pada saat aktivitas ovarium mulai pulih kembali, kadar prolaktin yang tinggi menyebabkan fase luteal yang singkat dan fertilitas menurun. 
  • Jadi, intinya cara kerja Metode Amenore Laktasi (MAL) ini adalah dengan penundaan atau penekanan ovulasi (Hidayati, 2009).

4. EFEKTIFITAS MAL
  • Jika seseorang ibu memberikan ASI kepada bayinya sesuai dengan kriteria MAL, maka kemungkinan untuk ibu hamil dalam 6 bulan pertama setelah melahirkan hanya kurang dari 2%. 
  • Bagaimanapun untuk kebanyakan wanita 1 dari 50 kemungkinan untuk terjadinya kehamilan yang tidak terduga lebih besar resikonya dibandingkan mereka yang mengkombinasikan pemberian ASI / laktasi dengan metode kontrasepsi saja (Hanafi, 2002).

5 . KEUNTUNGAN KONTRASEPSI MAL

1). Kontrasepsi
  • Efektivitas tinggi (keberhasilan 98% pada 6 bulan pascapersalina).
  • Segera efektif.
  • Tidak mengganggu senggama.
  • Tidak ada efek samping secara sistemik.
  • Tidak perlu pengawasan medik.
  • Tidak perlu obat atau alat.
  • Tanpa biaya.

2). Nonkontrasepsi

a. Untuk Bayi
  1. Mendapat kekebalan pasif (mendapatkan antibodi perlindungan lewat ASI).
  2. Sumber asupan gizi yang terbaik dan sempurna untuk tumbuh kembang bayi yang optimal.
  3. Terhindar dari keterpaparan terhadap kontaminasi dari air, susu lain atau formula, atau alat minum yang dipakai.

b. Untuk Ibu
  1. Mengurangi perdarahan pascapersalinan.
  2. Mengurangi resiko anemia.
  3. Meningkatkan hubungan psikologik ibu dan bayi. (Affandi, 2003)

6 . KETERBATASAN MAL
  1. Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui dalam 30 menit pascapersalinan.
  2. Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial.
  3. Efektivitas tinggi hanya sampai kembalinya haid atau sampai dengan 6 bulan. Hanya wanita amenore yang memberikan ASI secara eksklusif dengan interval teratur, termasuk pada waktu malam hari, yang selama 6 bulan pertama mendapatkan perlindungan kontrasepstif sama dengan perlindungan yang diberikan oleh kontrasepsi oral. Dengan munculnya menstruasi atau setelah 6 bulan, risiko ovulasi meningkat.
  4. Tidak melindungi terhadap infeksi menular seksual (IMS) termasuk HbV dan HIV. (Hidayati, 2009)

7. INDIKASI PENGGUNAAN MAL
  1. Ibu yang menyusui secara eksklusif dan bayinya berusia kurang dari 6 bulan.
  2. Belum mendapat menstruasi setelah melahirkan.
  3. Kita dapat mendorong ibu untuk memilih metode lain dengan tetap menganjurkannya untuk melanjutkan ASI, saat terjadi keadaan-keadaan seperti: a.Bayi mulai diberikan makanan pendamping secara teratur (menggantikan satu kali menyusui).; b.Menstruasi sudah mulai kembali. ; c.Bayi sudah tidak terlalu sering menyusu.; d.Bayi sudah berusia 6 bulan atau lebih.

8. KONTRAINDIKASI PENGGUNAAN MAL
  1. Sudah mendapat menstruasi setelah persalinan.
  2. Tidak menyusui secara eksklusif.
  3. Bayinya sudah berumur lebih dari 6 bulan.
  4. Bekerja dan terpisah dari bayi lebih lama dari 6 jam. (Hidayati, 2009)

9. PETUNJUK PENGGUNAAN METODE AMENORE LAKTASI
  1. Bayi harus berusia kurang dari 6 bulan.
  2. Wanita yang belum mengalami perdarahan pervaginam setelah 56 hari pascapartum.
  3. Pemberian ASI harus merupakan sumber nutrisi yang eksklusif untuk bayi. (Varney, 2006)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Affandi, Biran. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
  2. Alimul, Aziz. 2007. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika.
  3. Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
  4. Azwar, Saifudin. 2008. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  5. Grahacendekia. 2010. Karakteristik Ibu Menyusui Yang Tidak Memberikan ASI Eksklusif. http://grahacendikia.wordpress.com diakses 30 Mei 2010
  6. Hanafi. 2001. Panduan Kontrasepsi. Jakarta: ISBN
  7. Hidayati. 2009. Metode dan Teknik Penggunaan Alat Kontrasepsi. Jakarta. Salemba Medika
  8. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. 2001. Jakarta: Balai Pustaka
  9. Marliani, Rosleny. 2010. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia
  10. Notoatmodjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta..
  11. Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta. Salemba Medika.
  12. Purwanti,S,Hubertin. Konsep Penerapan ASI Eksklusif. Jakarta: EGC
  13. Sobur. 2009. Psikologi Umum. Bandung : Pustaka Setia.
  14. Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC
  15. Sugiono. 2006. Statistik Untuk Kesehatan. Bandung: Alfabeta
  16. Suherni. 2009. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya
  17. Varney. 2005. Ilmu Kebidanan. Bandung: SEKOLOA PUBLISHER
  18. Varney. 2006. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC
  19. WHO. 2006. Pencapaian ASI Eksklusif. http:// infoibu.com diakses 30 Mei 2011
  20. Nazir. 2009. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia
  21. Suparyanto. 2011. Konsep Dasar Ibu Menyusui. http//dr. Suparyanto.com diakses 28 Mei 2011



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar