PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Jumat, 23 September 2011

BIOMONITORING

Dr. Suparyanto, M.Kes

BIOMONITORING

PENGERTIAN
  • Biomonitoring adalah cara ilmiah untuk mengukur paparan manusia dengan alam maupun bahan kimia berdasarkan sampling dan analisis terhadap jaringan individu dan cairan.
  • Bahan sampling: darah, urine, ASI, udara nafas, rambut, kuku, lemak, tulang, dan jaringan lain

  • Tekhnik ini berdasarkan ilmu bahwa zat kimia yang memasuki tubuh manusia meninggalkan tanda yang menunjukkan paparan ini.
  • Tanda tersebut bisa berupa:
  1. Bahan kimia itu sendiri.
  2. Hasil metabolisme zat kimia atau perubahan lain pada tubuh yang merupakan hasil dari reaksi kimia dalam individu.

APA YANG DIUKUR
  • Zat kimia alami maupun buatan, yang telah ada dilingkungan
  • Contoh zat kimia alami: timah dan arsen
  • Bagian dari makanan yang kita makan, air yang kita minum dan udara yang kita hirup.
  • Bagian dari sejumlah hewan dan tumbuhan dan yang memiliki aktivitas Biologi
  • Pestisida alami, karsinogen dan zat kimia hormon aktif

  • Bahan kimia sintetis dan buatan banyak ada disekitar kita untuk berbagai keperluan: obat, pengawet, pewarna, pertanian
  • Sehingga bahan2 ini banyak kita temukan di air, tanah, udara makanan dan cairan dan jaringan tubuh kita sendiri

CARA MASUK TUBUH
  1. Makanan yang kita makan
  2. Air yang kita minum
  3. Udara yang kita hirup
  4. Kontak lingkungan yang berhubungan dengan kulit kita

TINGKATAN PENGUKURAN
  • Baik zat kimia alami maupun buatan, tingkatan tubuh yang diukur dengan biomonitoring biasanya
  1. Satu bagian per satu juta (ppm)
  2. Satu bagian per satu milyard (ppb)
  3. Satu bagian per satu triliun (ppt)

  • Jika satu ppm digunakan untuk mengumpamakan waktu dibandingkan konsentrasi, akan bernilai
  1. 1 ppm sama dengan satu detik dalam 11,5 hari
  2. 1 ppb sama dengan satu detik dalam 31,7 tahun
  3. 1 ppt akan sama dengan satu detik dalam 32.000 tahun.

APA ITU “BODY BURDEN”
  • Tingkat zat kimia sintetis dan alami yang di deteksi melalui biomonitoring terkadang disebut juga “body burden”.
  • Ini adalah istilah yang menyesatkan yang menyarankan penemuan atau pendeteksian suatu zat selalu berarti, itu memberikan efek yang merugikan
  • Biomonitoring hanya mengukur paparan, tidak menyediakan informasi mengenai racun maupun resiko.
  • Tentu saja, banyak zat kimia alami seperti logam mangan, ditemukan di jaringan dan cairan penting untuk fungsi yang tepat dalam tubuh manusia.

TAHAP BIOMONITORING
  • Proses dari biomonitoring meliputi tiga tahap:
  1. memilih siapa yang akan dimonitor, termasuk kapan dan dimana.
  2. mengumpulkan contoh jaringan.
  3. memutuskan zat kimia mana yang akan dipelajari dan dianalisa diantara zat kimia dalam contoh yang dikumpulkan.
  • Ini adalah proses yang rumit dan mahal, terutama, jika tujuan untuk mendapatkan hasil yang menunjukkan tingkatan variasi tubuh berdasarkan umur, jenis kelamin, suku, letak geografis dan keadaan kesehatan individu
  • Biomonitoring juga bergantung pada kemampuan analisa ahli kimia untuk mendeteksi zat kimia dalam jumlah sedikit, kemampuan yang telah meningkat selama dekade terakhir
  • The U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah memulai program yang ambisius tentang monitoring.
  • Analisa yang aktual berdasarkan cara kerja laboratorium yang diterima secara umum.
  • Membutuhkan teknik dan instrumen analisis yang berpengalaman, karena metode tes sangat sensitif untuk mendeteksi jumlah yang sangat sedikit yang ditemukan di manusia.
  • Tes khusus ini tidak bisa dilakukan oleh ahli laboratorium umum yang secara rutin hanya mengecek darah dan urine yang disuruh oleh dokter.

MENGAPA DATA BIOMONITORING PENTING
  • Mungkin kekuatan yang paling penting dari biomonitoring adalah bahwa satu-satunya teknik yang bisa menyediakan pengukuran langsung mengenai paparan individu manusia dan populasi.
  • Biomonitoring membutuhkan sejumlah besar sumber, hanya sejumlah kecil individu dan senyawa yang bisa dimonitor.

  • Dengan tidak adanya biomonitoring, penilaian paparan dilakukan secara tidak langsung berdasarkan kombinasi
  1. pengukuran konsentrasi zat kimia di lingkungan, seperti tanah, air, dan makanan,
  2. memperkirakan perilaku manusia, seperti konsumsi makanan dan waktu yang dihabiskan pada aktivitas tertentu.

  • Pendekatan tidak langsung memiliki beberapa kekurangan.
  1. Pertama analisa mengenai lingkungan dibatasi oleh ruang dan waktu, konsentrasi yang diketahui hanya untuk sejumlah tempat pada suatu waktu,
  2. Kedua perilaku manusia cukup berubah-ubah, dan ini menambah ketidakpastian dalam perhitungan secara signifikan.
  • Berdasarkan keterbatasan ini, susah untuk mengetahui seberapa efektif penilaian secara tidak langsung yang menunjukkan paparan manusia.
  • Disamping menjadi pengukuran langsung, biomonitoring memiliki beberapa kelebihan yaitu
  • Mengintegrasikan atau menambah bersama-sama paparan dari berbagai sumber seperti udara, air, dan makanan untuk menyediakan gambaran dari paparan seluruhnya.
  • Jadi ini mengukur paparan seluruhnya dari seluruh jalan dan dari semua sumber.

MANFAAT BIOMONITORING
  • Biomonitoring menyediakan informasi yang bisa digunakan dalam berbagai cara.
  • Data ini membantu memahami zat mana yang ada di lingkungan dan tingkatan relatif masing-masing, bagaimana tingkatan ini berubah seiring dengan waktu dan sektor mana pada populasi yang memiliki paparan tinggi yang tidak biasa terhadap senyawa tertentu.
  • Sebagai hasil dari pemahaman ini, mungkin bisa:
  1. Menaksir keefektifan tahap yang diambil untuk mengurangi paparan,
  2. Mengidentifikasi penelitian baru yang dibutuhkan dan
  3. Membantu dokter mendiagnosa dan mengobati pasien yang mungkin memiliki paparan tinggi yang tidak biasa terhadap suatu zat tertentu.

RISIKO PAPARAN
  • Apakah suatu zat kimia yang ditemukan dalam tubuh mengandung resiko tergantung dari 2 faktor :
  1. Besarnya, rangkaian waktu, dan rute (proses pencernaan,pernapasan atau kontak kulit) dari paparan.
  2. Tingkat racunnya, jika efek buruk dihubungkan dengan jenis paparan.

  • Resiko bisa terjadi jika seseorang:
  1. Sangat tidak terlindungi dalam waktu singkat
  2. Kurang terlindungi untuk waktu yang lama
  3. Tidak terlindungi dari tingkat yang lebih rendah dari suatu senyawa dengan tingkat keberacunan yang tinggi.
  • Jadi, pengetahuan tentang baik tingkat keberacunan dan ciri-ciri paparan penting untuk mengira-ngira resiko yang mungkin terjadi
  • Biomonitoring hanya menyediakan satu bagian dari data yang dibutuhkan untuk mengira-ngira resiko, tidak bisa digunakan sebagai pengganti dari resiko.
  • Sayangnya jika individu tidak mengerti batasan biomonitoring dalam menyediakan informasi mengenai resiko, mereka mungkin mengambil langkah untuk mengurangi paparan.
  • Namun sebenarnya bukannya mengurangi resiko tapi malah menambah resiko totalnya.
  • Contohnya ibu yang sedang menahan diri untuk memberikan ASI ketika mengetahui sebuah zat kimia tertentu telah ditemukan pada air susu mereka.
  • Hampir pada semua kasus keuntungan dari pemberian ASI lebih banyak daripada resiko yang mungkin terjadi dari zat kimia ini

TUJUAN BIOMONITORING
  • Pada tahap awal tujuannya ialah untuk mengira-ngira tingkatan mengenai zat kimia sintetis dan buatan pada jaringan manusia dan cairan saat ini dan
  • Menyediakan data yang digunakan untuk pengambilan keputusan mengenai kebutuhan penelitian yang akan datang.

  • Informasi yang dikumpulkan digunakan yang utama untuk :
  1. menetapkan garis dasar dan tingkat referensi mengenai zat kimia lingkungan.
  2. mengidentifikasi zat kimia yang cocok mengenai kekurangan data mengenai lingkungan dan ilmu tentang racun
  3. memperbaiki usaha biomonitoring di masa depan.

REFERENSI
  1. Biomonitoring Info: file:///C:/Users/Public/Downloads/Biomonitoring/Apa%20itu%20Biomonitoring.html



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar