PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Selasa, 15 Oktober 2013

SEKILAS TENTANG ABORTUS

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG ABORTUS

A.PENGERTIAN
Abortus didefinisikan sebagai keluarnya hasil konsepsi sebelum mampu hidup di luar kandungan dengan berat badan kurang dari 1000 gram atau umur kehamilan kurang dari 28 minggu (Manuaba,1998 : 214).
Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup diluar kandungan (sarwono,2006).
Abortus atau keguguran adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat bertahan hidup, yaitu sebelum kehamilan berusia 22 minggu atau berat janin belum mencapai 500 gram. Abortus biasanya ditandai dengan terjadinya perdarahan pada wanita yang sedang hamil, dengan adanya peralatan USG, sekarang dapat diketahui bahwa abortus dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yang pertama adalah abortus karena kegagalan perkembangan janin dimana gambaran USG menunjukkan kantong kehamilan yang kosong, sedangkan jenis yang kedua adalah abortus karena kematian janin, dimana janin tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan seperti denyut jantung atau pergerakan yang sesuai dengan usia kehamilan (obstetric patologi FK UNPAD).
Sampai saat ini janin yang terkecil yang dilaporkan dapat hidup diluar kandungan, mempunyai berat badan 297 gram waktu lahir, akan tetapi, karena janin yang dilahirkan dengan berat badan dibawah 500 gram dapat hidup terus maka difinisi abortus yaitu : berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) pada waktu sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu hidup di luar kandungan (ilmu kebidanan, 2006).
   Abortus dapat di bagi atas dua golongan :
1.    Abortus Spontan
Adalah abortus yang terjadi dengan tidak di dahului faktor-faktor mekanis atau pun medinisalis,semata-mata dio sebabkan oleh faktor-faktor alamiah.
2.    Abortus provakartus
Adalah abortus yang di sengaja,baik memakai obat-obatan atau alat-alat. Abortus ini dapat terbagi lagi menjadi :
a . Abortus medisinalis ( abortus therapeutica)
Adalah abortus karena tindakan kita sendiri , dengan alasan bila kehamilan di lanjutkan ,dapat membahayakan jiwa ibu.
b . Abortus kriminalis
Adalah abortus yang terjadi oleh karena tindakan-tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.





B. ETIOLOGI
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan abortus antara lain :           
a)    Faktor janin
Faktor janin penyebab keguguran adalah kelainan genetik, dan ini terjadi pada 50%-60% kasus keguguran, faktor kelainan yang sering dijumpai pada abortus adalah gangguan pertumbuhan zigot, embrio, janin atau plasenta. Kelainan tersebut biasanya menyebabkan abortus pada trimester pertama, yaitu : a) kelainan telur, telur kosong, kerusakan embrio, atau kelainan kromosom. b) embrio dengan kelainan lokal, c) abnormalitas pembentukan plasenta.
b)    Faktor ibu
Kelainan genetalia ibu, misalnya pada ibu yang menderita :
·      Anomali kongenital (hipoplasia uteri, uterus bikornis,dll)
·      Kelainan letak dari uterus seperti retrofleksi uteri fiksata
·      Tidak sempurnanya persiapan uterus dalam menanti nidasi dari ovum yang sudah dibuahi, seperti kurangnya progesteron atau estrogen.
Penyakit yang di derita ibu :
·      Penyakit infeksi yang menyebabkan demam tinggi seperti pneumonia, lifoid, pielitis, rubella, dll. Kematian fetus dapat disebabkan karena toksin dari ibu atau invasi kuman atau virus pada vetus.
·      Malnutrisi, avitaminosis dan gangguan metabolisme, hipotiroid, kekurangan vitamin A,C, atau E, diabetes melitus.

c)    Faktor genetik
9-10 sekitar 5% abortus terjadi karena faktor genetik. Paling sering ditemukannya kromosom trisomi dengan trisomi 16. Penyebab yang paling menimbulkan abortus spontan adalah abnormalitas kromosom pada janin. Lebih dari 60% abortus spontan yang terjadi pada trimester pertama menunjukkan beberapa tipe abnormalitas genetik.
d)    Faktor anatomi kogenital
Pernah dilaporkan timbul sampai 10-15% wanita dengan abortus spontan yang rekuren,lesi anatomi kongenital yaitu duktus Mullerian (uterus bersepta). Duktus mullerian biasanya ditemukan pada keguguran trimester II, kelainan kongenital steri uterina yang membahayakanaliran darah endometrium, kelainan yang di dapat misalnya adliesi intrauterun,leimioma,dan endometrosis. Adanya kelainan anatomis ini dapat di ketahui dari pemeriksaan Ultrasonografi ,Histerosalfingografi, histeroskopi, dan laparaskopi.                                      e). Faktor Endokrin
a.  faktor endrokin berpotensi menyebabkan aborsi pada sekitar 10-20% kasus
b.  Insufiensi fase luteal (fungsi corpus luteum yang abnormal dengan tidak cukupnya produksi progesteron)
c.   Hipotiroidisme, hipoprolaktinemia, diabetes dan sindrom polikistik ovarium merupakan faktor kontribusi pada keguguran.



f). Faktor infeksi
    Infeksi yang disebabkan TORC  (toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus) dan malaria. Infeksi intrauterin dihubungkan dengan abortus spontan berulang. Organisme-organisme yang sering diduga sebagai penyebab antara lain : Chlamydia, Ureaplasma, Mycoplasma,Cytomegalovirus, Listeria monocytogenes dan Toxoplasma gondii. Infeksi aktif yang menyebabkan abortus spontan belum dapat dibuktikan. Namun untuk memastikan penyebab, dapat di lakukan pemeriksaan kultur yang bahannya diambil dari cairan pada servikal dan endometrial.
g). Faktor Imunologi
Faktor imunologis yang telah terbukti sidnifikan dapat menyebabkanabortus spontan yang berulang antara lain : antibodi antinuiclear, antikoagulan lupus dan antibodi cardiolimp. Adanya penanda ini meskipun gejala klinis tidak tampak dapat menyebabkan abortus berulang. Inkompatibilitas golongan darah A, B, O, dengan reaksi antigen antibodi dapat menyebabkan abortus berulang,karena pelepasan histamin mengakibatkan vasodilatasi dan peningkatan fragilitas kapiler.
     h). Nutrisi                          
Malnutisi umum yang sangat berat memiliki kemungkinan paling besar menjadi predisposisi abortus. Meskipun demikian belum ditemukan bukti yang menyatakan bahwa defiensi satu/ semua nutrien dalam makanan merupakan suatu penyebab abortus yang penting.

i).Faktor psikologis dibuktikan bahwa ada hubungan antara abortus berualang dengan keadaan mental akan tetapi belum bisa dijelaskan sebabnya.
C.TANDA DAN GEJALA
1 . Abortus kompletus ( keguguran lengkap )
Tanda dan gejala : perdarahan bercak hingga sedang,servik terbuka /tertutup, uterus lebuh kecil dari usia gestasi, sedikit atau tanpa nyeri perut bawah dari riwayat hasil konsepsi, pada abortus komplit perdarahan segera berkurang setelah isi rahim dikeluarkan dan selambat – lambatnya dalam 10 hari perdarahan berhenti sama sekali,karena dalam masa ini luka rahim telah sembuh dan epitelisasi telah selesai.
2 . Abortus inkompletus (keguguran bersisa )
Tanda dan gejala : Amenorea ,sakit perut dan mulas-mulas, perdarahan yang bisa sedikit atau banyak dan biasanya berupa stolsel (darah beku), sudah ada keluar fetus atau jaringan, pada abortus yang sudah Lama terjadi atau pada abortus profokatus yang di lakukan oleh yang tidak ahli, sering terjadi infeksi. Pada pemeriksaan dalam atau VT untuk abortus yang baru terjadi di dapati serviks terbuka, kadang – kadang dapat di raba sisa-sisa jaringan kanalis servikalis atau cavum uteri, serta uterus yang berukuran lebih kecil dari seharusnya.


3 . Abortus insipienS (keguguran sedang berlangsung)
Tanda dan gejala : terjadi perdarahan ringan hingga sedang pada kehamilan muda, dimana hasil konsepsi masih berada pada kavum uteri. Kondisi ini menunjukkan proses aboprtus sedang berlangsung dan akan berlanjut menjadi abortus complit atau incomplit. Dengan tanda – tanda perdarahan sedang hingga masih atau banyak, kadang-kadang keluar gumpalan darah atau, servik terbuka ,uterus sesuai masa kehamilan, kram nyeri bawah karena kontraksi rahim kuat , akibat kontraksi uterus terjadi pembukaan, belum tersi ekspulsi hasil konsepsi.
4 . Abortus iminens (keguguran membakat )
Tanda dan gejala : terdapat perdarahan bercak hingga sedang, serviks menutup (karena pada saat pemeriksaan dalam belum ada pembukaan), uterus sesuai usia gestasi, kram perut bawah, nyeri memilin karena kontraksi tidak ada atau sedikit sekali, tidak ditemukan kelainan pada serviks.
D.PENGARUH TERHADAP KEHAMILAN PERSALINAN DAN NIFAS
Pengaruh / dampak terhadap kehamilan
·         Perdarahan yang hebat
·         Infeksi kadang-kadang sampai terjadi sepsis, infeksi dari tuba dapat menimbulkan kemandulan.

Pengaruh / dampak terhadap persalinan
·      Meningkatkan risiko lahir premature : bahwa wanita yang pernah melakukan aborsi akan memiliki risiko melahirkan secara premature di kehamilan selanjutnya.
Pengaruh / dampak terhadap nifas
·      Infeksi : infeksi bias disebabkan oleh alat medis yang tidak steril yang dimasukkan kedalam rahim atau bias juga disebabkan ada bagian janin yang tersisa didalam rahim atau bias dikatakan aborsi tidak sempurna
E.DIAGNOSIS
Abortus dapat diduga bila seorang wanita dalam masa reproduksi mengeluh tentang perdarahan pervaginam setelah mengalami haid terlambat, sering pula terdapat rasa mulas. Kecurigaan tersebut dapat diperkuat dengan ditentukannya kehamilan muda pada pemeriksaan bimanual dan dengan tes kehamilan secara biologis atau imunologi bilamana hal itu dikerjakan. Harus diperhatikan macam dan banyaknya perdarahan, pembukaan serviks, danadanya jaringan dalam kavum uterus atau vagina.



F.PENATALAKSANAAN
1.  Abortus kompletus ( keguguran lengkap )
Terapi : hasil konsepsi tidak perlu evaluasi lagi karena sudah keluar, hanya lakukan observasi untuk melihat adanya perdarahan banyak, memastikan untuk memantau keadaan umum ibu setelah persalinan apabila terdapat anemia sedang, berikan tablet sulfat ferosus mg per hari selama dua minggu, jika anemi berat berikan transfusi darah, terapi hanya dengan uterotonika, berikan konseling asuhan pasca keguguran dan pemantau lanjut.
2.  Abortus inkompletus (keguguran bersisa)
Terapi : Bila ada tanda-tanda syok maka atasi dulu dengan pemberian cairan dan transfusi darah . Kemudian keluarkan jaringan secepat mungkin dengan metode digital dan kuratase.Setalah itu beri obat-obat uterotonika dan anti biotika.
3.   Abortus insipiens (keguguran sedang berlangsung)
Terapi : pada usia kehamilan kurang dari 16 minngu, biasanya oleh dikter ahli kandungan di lakukan evaluasi uterus dengan aspirasi vakum manula (AVM ). Jika evaluasi tidak segera di lakukan, berikan segera ergometrin 6,2 mg dapat di ulang sesudah 15 menit jika perlu atau misoprostol 400 mg per0ral,dapat di ulang 4 jam jika perlu. Dan segera lakukan persiapan untuk pengeluaran hasil konsepsi uterus, tugas bidan sebagai asisten menyiapkan alat–alat, pantau kondisi pasien, membantu memberikan obat intravena sesuai intruksi dokter,memasang infus jika diperlukan.
Jika usia kehamilan lebih dari 16 minggu, sesuia protap tunggu ekspulsi spontan hasil konsepsi, kemudian evakuai sisa – sisa hasil konsepsi jika perlu lakukan infus 20 unit oksitosin dalam 500 ml cairan iv. Bila terdapat syok beri cairan dan transfusi darah, setelah itu berikan obat- obatan uterotonika dan antibiotika untuk mengurangi nyeri karena his bisa diberikan sedativa seperti luminal, codein dan morfin.
4.    Abortus iminens (keguguran membakat )
Terapi : pada ibu dengan kasus abortus iminen, biasanya tidak perlu pengobatan khusus atau medik, hanya dapat diberi sedativa, misalnya dengan luminal, codein dan morfin ( sesuai protap dan instruksi dokter) keluarnya fetus masih dapat dicegah dengan diberi obat – obatan hormonal dan antissapmodika, misalnya progesteron 10 mg tiap hari untuk terapi subtansi dan untuk mengurangi kerentanan otot –otot uterus.
Istirahat baring : tidur berbaring merupakan unsur penting dalam pengobatan, karena cara ini meneybabkan nertambahnya aliran darah ke uterus dan berkurangnya rangsangan mekanik. Istirahat baring tidak perlu melebihi 48 jam kalau ovum masih baik, perdarahan pada waktu itu akan berhenti. Kalau perdarahan tidak berhenti sampai 48 jam maka kemungkinan besar terjadinya abortus, dan istirahat rebah hanya menunda abortus tersebut, jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan atau berhubungan seksual.

G.PENCEGAHAN
Keguguran yang diakibatkan oleh faktor genetik,memang sulit untuk di atasi.Untuk itu harus banyak berdoa pada tuhan agar terhindar dari keguguran yang di sebabkan oleh hal ini. Sedangkan untuk keguguran yang di sebabkan hal lain, bisa dicegah dengan menambah waktu beristirahat untuk menghindari lelah dan stres, konsumsi makan bergizi, lakukan pola hidup sehat dan secepatnya konsultasikan pada dokter kandungan apabila mengalami perdarahan atau nyeri pada perut bagian bawah saat hamil. Semoga di berikan perlindungan dan di hindarkan dari keguguran janin yang telah kita kandung.
(http://tipssehatkeluarga.blogspot.com).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Sujiyatini. 2009. Asuhan Patologi Kebidanan. Jogjakarta: Nuha Medika
  2. FKU Padjajaran Bandung. 1984. Obstetric Patologi. Bandung: Elstar Offse
  3. Bagus, Ida Gde M. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, & Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC
  4. Bari, Abdul Saifuddin. 2022. Buku Panduan Praktis Pelayanan
  5. Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohqqqardjo
  6. Prawirohardjo, S.2009. Ilmu Kebidanan.Jakarta: PT BINA PUSTAKA Sarwono Prawirohardjo
  7.  Http.ummukautsar.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar