PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Selasa, 15 Oktober 2013

PERILAKU KESEHATAN

Dr. Suparyanto, M.Kes


PERILAKU KESEHATAN

2.2  Perilaku Kesehatan
2.3.1. Definisi Perilaku Kesehatan
Perilaku adalah semua kegiatan atau aktivitas, baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar.
Skinner (1938) seorang ahli psikologis, merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar).
Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

1.     Perilaku tertutup (covert behavior)
Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup, misalnya ibu hamil tahu pentingnya periksa kehamilan.
2.     Perilaku terbuka (overt behavior)
Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata, misalnya seorang ibu memeriksakan kehamilannya.


2.3.2.       Pembagian perilaku kesehatan
Perilaku seseorang atau subyek dipengaruhi atau ditentukan oleh faktor-faktor baik dari dalam maupun dari luar subyek.
1.     Menurut Lawrence Green (1980) dalam Notoatmodjo (2007), perilaku kesehatan terbagi menjadi tiga teori penyebab masalah kesehatan yang meliputi :
a.     Faktor predisposisi (Predisposing factors)
Merupakan faktor yang mempermudah atau mempredisposisi terjadinya perilaku seseorang, antara lain pengetahuan, sikap, keyakinan, kepercayaan, nilai-nilai, tradisi.
Seseorang dengan pengetahuan yang rendah akan berdampak pada perilaku perawatan, contohnya pada penderita hipertensi. Seseorang dengan pengetahuan yang cukup tentang perilaku perawatan hipertensi maka secara langsung akan bersikap positif dan menuruti aturan pengobatan, disertai munculnya keyakinan untuk sembuh, tetapi terkadang masih ada yang percaya dengan pengobatan alternatif bukan medis yang dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat yang sudah membudaya.
b.     Faktor pemungkin (Enabling factors)
Merupakan faktor yang memungkinkan atau menfasilitasi perilaku atau tindakan artinya bahwa faktor pemungkin adalah sarana dan prasarana atau fasilitas untuk terjadinya perilaku kesehatan. Contohnya lingkungan yang jauh atau jarak dari pelayanan kesehatan yang memberikan kontribusi rendahnya perilaku perawatan pada penderita hipertensi.

c.      Faktor penguat (Reinforcing factors)
Adalah faktor-faktor yang mendorong atau memperkuat terjadinya perilaku antara lain :
*             Dukungan Petugas Kesehatan
Dukungan Petugas sangat membantu, sebab petugas adalah yang merawat dan sering berinteraksi, sehingga pemahaman terhadap kondisi fisik maupun psikis lebih baik, dengan sering berinteraksi akan sangat mempengaruhi rasa percaya dan menerima kehadiran petugas bagi dirinya, serta motivasi atau dukungan yang diberikan petugas sangat besar artinya contohnya  terhadap ketaatan pasien untuk selalu mengontrol tekanan darahmya secara rutin (Purwanto,1999).

*             Dukungan keluarga
Dukungan keluarga sangatlah penting karena keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat dan sebagai penerima asuhan keperawatan. Oleh karena itu keluarga sangat berperan dalam menentukan cara asuhan yang diperlukan oleh anggota keluarga yang sakit, apabila dalam keluarga tersebut salah satu anggota keluarganya ada yang sedang mengalami masalah kesehatan maka sistem dalam keluarga akan terpengaruhi. (Friedman, 1998).

2.     Becker,1979 membuat klasifikasi tentang perilaku kesehatan, diantaranya adalah :
a)     Perilaku hidup sehat
Kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Perilaku ini mencakup : Menu seimbang, Olahraga teratur, Tidak merokok, Tidak meminum-minuman keras dan narkoba, Istirahat yang cukup, berperilaku positif.

b)     Perilaku sakit
Respon seseorang terhadap sakit dan penyakit. Persepsinya terhadap sakit, pengetahuan tentang penyebab dan gejala penyakit, pengobatan penyakit dan sebagainya.

c)     Perilaku peran sakit
Perilaku ini mencakup :
*        Tindakan untuk memperoleh kesembuhan
*        Mengenal atau mengetahui fasilitas atau sasaran pelayanan penyembuhan penyakit yang layak.
*        Mengetahui hak, misalnya memperoleh perawatan.
3.     Perilaku kesehatan mencakup :
a.     Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit. Perilaku terhadap sakit dan penyakit sesuai dengan tingkat-tingkat pencegahan penyakit, yakni :
*        Peningkatan dan pemeliharaan kesehatan (health promotion behavior). Misalnya, makan makanan yang bergizi, olah raga.
*        Pencegahan penyakit (health prevention behavior). Misalnya tidur memakai selambu untuk mencegah gigitan nyamuk malaria, imunisasi. Termasuk perilaku untuk tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
*        Pencarian pengobatan (health seeking behavior). Misalnya usaha-usaha mengobati penyakitnya sendiri atau mencari pengobatan ke fasilitas-fasilitas kesehatan modern (puskesmas, mantri, dokter praktek).
*        Pemulihan kesehatan(health rehabilitation behavior). Misalnya melakukan diet, mematuhi anjuran-anjuran dokter.

b.     Perilaku terhadap system pelayanan kesehatan.
Respon seseorang terhadap sistem pelayanan kesehatan modern maupun tradisional. Perilaku ini menyangkut respon terhadap fasilitas pelayanan, cara pelayanan, petugas kesehatan dan obat-obatannya, yang terwujud dalam pengetahuan, persepsi, sikap dan penggunaan fasilitas, petugas dan obat-obatan.

c.      Perilaku terhadap makanan(nutrition behavior)
Respon seseorang terhadap makanan sebagai kebutuhan vital bagi kehidupan. Perilaku ini meliputi pengetahuan, persepsi, sikap dan praktek kita terhadap makanan serta unsur-unsur yang terkandung didalamnya (zat gizi), pengelolaan makanan sehubungan kebutuhan tubuh kita.



d.     Perilaku terhadap lingkungan kesehatan (environmental health behavior)
Adalah respon seseorang terhadap lingkungan sebagai determinan kesehatan manusia.Lingkup perilaku ini seluas lingkup kesehatan itu sendiri. Perilaku ini antara lain mencakup :
*             Perilaku sehubungan air bersih termasuk didalamnya komponen, manfaat, dan penggunaan air bersih untuk kepentingan kesehatan.
*             Perilaku sehubungan dengan pembuangan air kotor, yang menyangkut segi-segi hygiene, pemeliharaan teknik, dan penggunaannya.
*             Perilaku sehubungan dengan limbah, baik limbah padat maupun limbah cair.
*             Perilaku sehubungan dengan rumah yang sehat, yang meliputi ventilasi, pencahayaan, lantai.
*             Perilaku sehubungan dengan pembersihan sarang-sarang nyamuk (vector).


DAFTAR PUSTAKA


  1. Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. “Ilmu Perilaku Kesehatan”. Jakarta. Rineka Cipta.
  2. Effendy, Nasrul. 1998. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC.
  3. Ekasari, Mia Fatma, dkk. 2008. Keperawatan Komunitas Upaya Memandirikan Masyarakat untuk Hidup Sehat. Jakarta: Trans Info Media.
  4. Go Nursing. 2008.  Keperawatan Keluarga Sebuah Pengantar. http://ilmukeperawatan.wordpress.com/2008/04/07/keperawatan-keluarga-sebuah-pengantar/.
  5. Slamet, Juli Soemirat. 2002. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  6. Friedman, M. M. (1998). Keperawatan Keluarga Teori dan Praktek.(Family nursing teori and practice). Edisi 3. Alih bahasa Ina debora R. L. Jakarta: EGC
  7. Tri Kurniawati, Irma. 2008. “ Gambaran Pemanfaatan-Literatur”. www.lontar.ui.ac.id.
  8. http://andhablog.blogspot.com/2009/04/perilaku-sakit.html
  9. (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3747/1/fkm-juanita5.pdf)
  10. http://www.scribd.com/doc/75657031/DINAMIKA-KELUARGA
  11. http://hikmatpembaharuan.wordpress.com/
  12. http://rizkipkip.blogspot.com/2013/05/perilaku-pencarian-pelayanan-kesehatan.html
  13. http://g00dlucky.blogspot.com/2013/04/perilaku-pencarian-pelayanan-kesehatan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar