PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Jumat, 27 November 2009

RANCANGAN PENELITIAN (RESEARCH DESIGN)

Dr. Suparyanto, M.Kes

APA ITU DESIGN RESEARCH?

Design penelitian atau rancangan penelitian adalah suatu rencana tentang cara mengumpulkan dan mengolah data agar dapat dilaksanakan untuk mencapai tujuan penelitian
Unsur rancangan penelitian adalah: jenis penelitian, populasi sasaran, metode sampling, besar sampling, cara pengumpulan data, cara pengolahan data, perlu tidak mengunakan statistik, cara mengambil kesimpulan

METODE PENELITIAN
4.1 Desain Penelitian
4.2 Kerangka Kerja
4.3 Identifikasi Variabel
4.3.1 Variabel Independen
4.3.2 Variabel Dependen
4.4 Definisi Operasional Variabel, meliputi:
a.Variabel
b.Definisi Operasional
c.Parameter
d.Alat Ukur
e.Skala Pengukuran
f.Kriteria

4.5 Desain sampling
4.5.1 Populasi: keseluruhan obyek penelitian yang akan diteliti
4.5.2 Sampel: sebagian dari keseluruhan obyek yang akan diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Nursalam, Pariani, 2001)
4.5.3 Sampling: proses dalam menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat mewakili populasi (Nursalam, Pariani, 2001)

4.6 Pengumpulan dan Analisa data
4.6.1 Instrumen
4.6.2 Tempat dan waktu Penelitian
4.6.3 Prosedur Pengumpulan data
4.6.4 Analisa Data
4.7 Etika Penulisan
a.Informed Concerns
b.Anonymity
c.Confidentiality
4.8 Keterbatasan

DESIGN PENELITIAN

Design Survey: bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang obyek yang jumlahnya besar, dengan cara mewawancarai sejumlah kecil dari populasi itu
Case Study: meneliti tentang individu, sekelompok individu (keluarga), segolongan manusia (suku bangsa, profesi, agama)
Eksperiment: ada intervensi dari peneliti (pelatihan, pengobatan, perawatan)

JENIS PENELITIAN

Berdasarkan sifat permasalahanya, penelitian dibedakan:
Penelitian Historis
Penelitian historis umumnya bertujuan membuat rekontruksi secara sistematis dan obyektif dari kejadian yang telah lalu, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi serta mensintesa data untuk menegakan fakta dengan kesimpulan yang kuat

Penelitian Deskriptif
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsi secara sistematis, faktual dan akurat terhadap suatu populasi mengenai sifat dan faktor tertentu.
Penelitian diskriptif menjawab pertanyaan, apa, siapa, kapan, dimana, dan berapa jumlahnya.

Penelitian Korelasional (analitik)
Tujuanya untuk mengetahui ada tidaknya hubungan dan jika ada seberapa besar derajat hubunganya, antara berbagai variabel.
Walaupun tidak dapat diketahui apakah hubungan tersebut hubungan yang bersifat sebab akibat atau bukan.

Penelitian Kausal-Komparatif (analitik)
Tujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya hubungan sebab akibat antara dua faktor atau variabel, yang dianggap berhubungan
Cara: pengamatan terhadap akibat yang ada, kemudian mencari kembali faktor yang diduga menjadi penyebab, melalui pengumpulan data tertentu dari suatu waktu ke waktu yang lain

Berdasarkan macam atau asal datanya, dibedakan:
Penelitian Primer: data dikumpulkan sendiri oleh peneliti. Pada permulaan penelitian, data belum ada, jadi harus dikumpulkan sendiri oleh peneliti.

Penelitian Sekunder: data yang digunakan peneliti adalah data yang telah dikumpulkan oleh orang lain. Pada waktu penelitian dimulai data telah tersedia, peneliti tinggal menggunakan.

Berdasar lingkup penelitian, dibedakan
Penelitian Kasus: Dalam penelitian ini, analisa data tidak keluar dari lingkup kasus. Bersifat deduktif, berdasarkan teori atau konsep yang bersifat umum diaplikasikan untuk menjelaskan tentang seperangkat data yang diperoleh dari kasus

Penelitian Inferensial: Dalam penelitian ini analisa data mengarah dari sampel menuju ke populasi. Bersifat induktif atau inferensial. Berdasarkan data dari sampel digeneralisasi menuju data populasi

Berdasar ada tidaknya perlakuan, dibedakan:
Penelitian Expost Facto: Penelitian dilakukan terhadap kejadian atau fenomena causal efek (sebab akibat) yang telah terjadi (bukan karena adanya perlakuan / intervensi dari peneliti)

Penelitian Eksperimental: Penelitian hubungan sebab akibat dilakukan terhadap kejadian atau fenomena yang terjadi akibat adanya perlakuan atau intervensi oleh peniliti. Dengan demikian causalnya diberikan oleh peneliti

RANCANGAN PENELITIAN EXPOST FACTO

1. Rancangan penelitian: Cross Sectional
2. Rancangan penelian Cohort
3. Rancangan penelitian Retrospective

PENELITIAN CROSS SECTIONAL

Penelitian yang dilakukan pada satu waktu atau subsequent stage tertentu, artinya tiap subyek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variable subyek pada saat pemeriksaan, baik variabel bebas maupun variabel tergantung



Forward study, penelitian kearah kedepan (cause effect study= prospective study= cohort study), dimana yang dilakukan pengukuran awal adalah variabel sebab (bebas), kemudian diobsevasi beberapa waktu tertentu , baru diukur variabel akibat (tergantung)



Backward study, penelitian kearah ke belakang (effect cause study= retrospective study= trohoc study: case control study), dimana yang dilakukan pengukuran awal adalah variabel akibat (tergantung), kemudian ditanyakan ulang ada tidak faktor risiko yang dialami responden beberapa waktu yang lalu , untuk pengukuran variabel sebab (bebas)



REFERENSI:
1.Budiarto, 2004, Metodologi Penelitian Kedokteran, Sebuah Pengantar, Jakarta, EGC
2. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 1 (statistik Deskriptif), Jakarta, Bumi Aksara
3. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 2 (statistik Infereansif), Jakarta, Bumi Aksara
4.Nasution, 2004, Metode research (penelitian Ilmiah), Jakarta, Bumi Aksara
5. Silalahi, 2003, Metodologi Penelitian dan Studi Kasus, Sidoarjo, Citramedia
6. Tjokronegoro, 2004, Metologi Penelitian Bidang kedokteran, Jakarta, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar