PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Minggu, 10 Januari 2010

REAKSI HIPERSENSITIFITAS DAN ALERGI (Hypersensitivities reaction and allergy)

Dr. Suparyanto, M.Kes

APA ITU REAKSI HIPERSENSITIVITAS

  • Hipersensitifitas adalah reaksi imun yg patologik, akibat respon imun yg berlebihan, sehingga menimbulkan kerusakan jaringan tubuh
  • Dibagi menjadi 4:
  1. Reaksi Hipersensitifitas tipe I
  2. Reaksi Hipersensitifitas tipe II
  3. Reaksi Hipersensitifitas tipe III
  4. Reaksi Hipersensitifitas tipe IV

REAKSI HIPERSENSITIFITAS TIPE I

  • Manifestasinya: cepat
  • Menggunakan mekanisme: Ig E
  • Disebut juga: reaksi cepat, reaksi anafilaktik, reaksi alergi
  • Mekanisme: Ag → masuk tubuh → merangsang Ig E → respon imun
  • Respon imun: eritema, edema, vasokontriksi, penyempitan saluran nafas
  • Contoh: asma bronkiale, rinitis, urtikaria, dermatitis atopi



REAKSI HIPERSENSITIFITAS TIPE II

  • Manifestasi: Antibodi terhadap sel
  • Mekanisme: Ig G atau Ig M
  • Disebut juga: reaksi sitotoksik
  • Mekanisme: Ag → masuk tubuh → menempel pada sel tertentu → merangsang terbentuknya Ig G atau Ig M → mengaktifkan komplemen → menimbulkan lisis
  • Contoh: reaksi transfusi, anemia hemolitik, reaksi obat



REAKSI HIPERSENSITIFITAS TIPE III

  • Manifestasi: komplek antibodi antigen
  • Mekanisme: Ig G atau Ig M
  • Disebut juga: reaksi komplek imun
  • Mekanisme: Ag → masuk tubuh → merangsang terbentuknya Ig G atau Ig M → mengaktifkan komplemen → melepas macrofag chemotactic factor → merusak jaringan sekitar
  • Contoh: demam reuma, serum sickness, reaksi Arthus



REAKSI HIPERSENSITIFITAS TIPE IV

  • Manifestasi: hipersensitifitas lambat
  • Mekanisme: sel T (tersensitasi)
  • Disebut juga: reaksi tuberkulin, CMI (Cell Mediated Immunity), DTH (Delayed Type Hipersensitivity)
  • Mekanisme: Ag → masuk tubuh → mesensitasi sel T → melepaskan limfokin (makrofag) → menimbulkan kerusakan jaringan
  • Contoh: reaksi Jones Mote, hipersensitivitas kontak, reaksi tuberkulin, reaksi granuloma



REFERENSI

  1. Harper, Rodwell, Mayes, 1977, Review of Physiological Chemistry
  2. Colby, 1992, Ringkasan Biokimia Harper, Alih Bahasa: Adji Dharma, Jakarta, EGC
  3. Wirahadikusumah, 1985, Metabolisme Energi, Karbohidrat dan Lipid, Bandung, ITB
  4. Harjasasmita, 1996, Ikhtisar Biokimia Dasar B, Jakarta, FKUI
  5. Toha, 2001, Biokimia, Metabolisme Biomolekul, Bandung, Alfabeta
  6. Poedjiadi, Supriyanti, 2007, Dasr-Dasar Biokimia, Bandung, UI Press

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar