PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Selasa, 11 Maret 2014

MASALAH ROKOK

Dr. Suparyanto, M.Kes

MASALAH ROKOK




BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Merokok sudah menjadi kebiasaan sebagian besar masyarakat kita.Dari mulai para pejabat, direktur, pengusaha, pedagang, petani,nelayan,pekerja, para buruh, mahasiswa, tukang becak,bahkan kaum wanita serta para pengangguran pun tidak mau kalah. Tidak sebatas itu saja bahkan anak-anak dan remaja pun sudah mengenal rokok mereka sudah tidak segan atau malu lagi merokok di depan umum.Rupanya rokok sudah merambah ke semua kalangan di masyarakat.Padahal jika dilihat dari segi kesehatan rokok merupakan zat yang berbahaya,karena selain kandungan nikotin, di dalam rokok juga banyak mengandung zat beracun yang membahayakan organ tubuh manusia seperti jantung dan paru-paru.Tidak hanya itu saja jika dilihat dari segi ekonomi merokok merupakan kebiasaan yang hanya menghambur-hamburkan uang saja.Membikin boros dompet kita.
Para ahli kesehatan menyatakan bahwa merokok merupakan perilaku yang berbahaya, merokok sama dengan mencari mati. Meski semua orang tahu akan bahaya yang ditimbulkan akibat merokok. Perilaku merokok saat ini merupakan kebiasaan yang sangat wajar dipandang oleh anggota masyarakat Indonesia.Perilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Hal ini dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, kantor, angkutan umum maupun di jalan-jalan. Hampir setiap saat dapat disaksikan dan dijumpai orang yang sedang merokok., bahkan dilingkungan pendidikan, khususnya kampus yang seharusnya bebas dari asap rokok.
Perilaku merokok dilihat dari berbagai sudut pandang sangat merugikan, baik untuk diri sendiri maupun orang disekelilingnya.



1.2.TUJUAN
1.2.1.      Tujuan Umum
·         Untuk mengetahui lebih jauh tentang merokok
1.2.2.   Tujuan khusus
§  Untuk mengetahui apa saja yang menyebabkan masyarakat merokok
§  Untuk mengetahui apa saja masalah-masalah yang ditimbulkan oleh rokok
§  Untuk mengetahui apa saja solusi atau penyelesaianmasalah dari merokok dan yang seharusnya kita lakukan

 


BAB II
PEMBAHASAN

2.1.            PENGERTIAN
Definisi rokok menurut wikipedia adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Rokok adalah produk yang berbahaya & adiktif (menimbulkan ketergantungan) karena didalam rokok terdapat 4000 bahan kimia berbahaya yang 69 diantaranya merupakan zat karsinogenik (dapat menimbulkan kanker). Zat-zat berbahaya yang terkandung didalam rokok antara lain : tar, karbon monoksida, sianida, arsen, formalin, nitrosamine dll.Semua rokok memiliki ciri yang khas.Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi rokok, proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok.


v  Berikut ini adalah jenis-jenis rokok berdasarkan bahan pembungkusnya :
·                  Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.
·                  Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
·                  Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.
·                  Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.
v  Rokok berdasarkan proses pembuatannya.
·               Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan caradigiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana.Koyo rokoke mbahku biyen.
·               Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar enam ribu sampai delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya, dihubungkan dengan mesin pembungkus rokok sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa rokok batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres, satu pres berisi 10 pak. Sayangnya, belum ditemukan mesin yang mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkar pangkal rokok dan lingkar ujung rokoksama besar.

2.2.            FAKTOR PENYEBAB

Tomkins (dalam sarafino, 1994) mengungkapkan empat alasan psikologis mengenai keputusan seseorang untuk tetap merokok, yaitu :
a.    Pertama untuk mendapatkan efek positif karena merokok adalah stimulasi,relaksasi, serta kesenangan
b.    Kedua untuk mengurangi efek negative, yaitu untuk menghindari kecemasan serta ketegangan
c.         Ketiga adalah kebiasaan yang secara otomatis dilakukan tanpa kesadaran
d.   Keempat adalah dengan adanya ketergantungan psikologis pada rokok untuk mengatur keadaan emosional negative dan positif.

Menurut MU’tadin (2002) mengemukakan beberapa faktor yang menyebakan remaja merokok, antara lain:
1.      Pengaruh Orangtua
Anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294). Remaja yang berasal dari keluarga konservatif yang menekankan nilai-nilai sosial dan agama dengan baik dengan tujuan jangka panjang lebih sulit untuk terlibat dengan rokok/tembakau/obat-obatan dibandingkan dengan keluarga yang permisif dengan penekanan pada falsafah “kerjakan urusanmu sendiri-sendiri", dan yang paling kuat pengaruhnya adalah bila orang tua sendiri menjadi figur contoh yaitu sebagai perokok berat, maka anak-anaknya akan mungkin sekali untuk mencontohnya. Perilaku merokok lebih banyak didapati pada mereka yang tinggal dengan satu orang tua (single parent). Remaja akan lebih cepat berperilaku sebagai perokok bila ibu mereka merokok dari pada ayah yang merokok, hal ini lebih terlihat pada remaja putrid.
2.      Pengaruh teman
Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya.Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan teman-teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi perokok.Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok.
3.      Faktor Kepribadian
Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan.Satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial.Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).

4. Pengaruh Iklan
Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut.
Subanada (2004) menyatakan faktor-faktor yang menyebabkan perilaku merokok:
a.         Faktor Psikologis, merokok dapat menjadi sebuah cara bagi individu untuk santai dan kesenangan, tekanan-tekanan teman sebaya, penampilan diri, sifat ingin tahu, stress, kebosanan dan ingin kelihatan gagah merupakan hal-hal yang dapat mengkontribusi mulainya merokok. Selain itu, individu dengan gangguan cemas  bisa menggunakan rokok untuk menghilangkan kecemasan yang mereka alami.
b.         Faktor Biologis, faktor genetik dapat dapat mempengaruhi seseorang untuk mempunyai ketergantungan terhadap rokok. faktor lain yang mungkin mengkontribusi perkembangan kecanduan nikotin adalah merasakan adanya efek bermanfaat dari nikotin. Proses biologinya yaitu nikotin diterima reseptor asetilkotin-nikotinik yang kemudian membagi ke jalur imbalan dan jalur adrenergenik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasakan nikmat, memacu sistem dopaminergik. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Di jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan sorotin. Meningkatnya sorotin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok, karena sudah ketergantungan pada nikotin. Ketika ia berhenti merokok rasa nikmat yang diperolehnya akan berkurang
c.         Faktor Lingkungan yang berkaitan dengan penggunaan tembakau antara lain orang tua, saudara kandung maupun teman sebaya yang merokok, terpapar reklame tembakau, artis pada reklame tembakau di media. Orang tua memegang peranan terpenting, selain itu juga reklame tembakau diperkirakan mempunyai pengaruh yang lebih kuat daripada pengaruh orang tua atau teman sebaya, hal ini mungkin karena mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap penampilan dan manfaat rokok.
d.        Faktor Regulatori, peningkatan harga jual atau diberlakukan cukai yang tingi, akan menurunkan pembelian dan konsumsi. Pembatasan fasilitas untuk merokok, dengan menetapkan ruang/daerah bebas rokok, diharapkan mengurangi konsumsi. Tetapi kenyataannya terdapat peningkatan kejadian memulai merokok pada mahasiswa, walaupun telah dibuat usaha-usah untuk mencegahnya.  

Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang merokok, antara lain yaitu faktor eksternal, kepribadian, psikologis, dan juga biologis.
1.         Menurut Perspektif Psikoanalisa
Individu menjadi seorang pecandu rokok disebabkan karena id yang besar sebagai pengalihan dari permalahan yang dihadapi. Hal ini menyebabkan individu lebih mengarah pada perilaku negatif yaitu merokok. Menurut perspektif psikoanalisa, coping stres menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang merokok. Merokok dilakukan sebagai kompensasi, penekanan serta pengalihan perilaku akibat dari stres dan kecemasan yang dialami individu.
2.         Menurut Perspektif Behaviour
Menurut persperktif behaviour, individu menjadi pecandu rokok kerena kesalahan dalam proses belajar. Selain itu karena pengaruh lingkungan sekitar. Dalam perpektif social learning, lingkungan menganggap individu yang merokok merupakan lembang adri kejantanan dan individu yang tidak merokok dipandag sebagai banci.
3.         Menurut Perspektif Kognitif
Pola pikir individu yang kurang tepat menyebabkan individu lebih memilih untuk merokok dibandingkan dengan memilih untuk melakukan hal lain yang lebih bermanfaat. Individu berpikir bahwa merokok merupakan perilaku yang baik dan tidak akan menjadi masalah. Merokok akan membantu dalam menenangkan perasaan penggunanya.
4.    Kepribadian
Tipe kepribadian individu mempengaruhi untuk menjadi perokok. Tipe kepribadian tipe A merupakan tipe kepribadian yang rentan menjadi pecandu rokok. Karena pada tipe ini, individu cenderung lemah dalam mengontrol emosi dan menghadapi stres yang dialami
5.         Menurut Perspektif Islami
Didalam Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa kita sebagai manusia dilarang untuk membahayakan  diri sendiri dan orang lain, merugikan diri dan melakukan hal sia-sia. Merokok merupakan hal yang sia-sia dan dapat merugikan diri perokok maupun orang lain di sekitar perokok. Selain itu akan menyebabkan kerugian pada kesehatan diri dan materi.



2.3.            MASALAH
Menurut Johnson (2007)  ada sekitar 25 jenis penyakit yang ditimbulkan karena merokok seperti emfisema, kanker paru, bronchitis kronis, dan penyakit paru lainnya. Dampak lainnya adalah terjadinya penyakit jantung koroner, peningkatan kolesterol darah, berat badan lahir rendah pada bayi ibu perokok, keguguran, dan bayi lahir mati. Beberepa risiko kesehatan bagi perokok berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun (Johnson, 2005) antara lain :
1.       Di Indonesia rokok menyebabkan 9,8% kematian karena penyakit paru kronik dan emfisima pada tahun 2001.
2.       Rokok merupakan penyebab dari sekitar 5 % stroke di Indonesia.
3.       Wanita yang merokok mungkin mengalami penurunan atau penundaan kemampuan hamil, pada pria meningkatkan risiko impotensi sebesar 50%.
4.       Ibu hamil yang merokok selama masa kehamilan ataupun terkena asap rokok dirumah atau di lingkungannya beresiko mengalami proses kelahiran yang bermasalah.
5.       Seorang bukan perokok yang menikah dengan perokok mempunyai risiko kanker paru sebesar 20-30% lebih tinggi daripada mereka yang  pasangannya bukan perokok dan juga risiko mendapatkan penyakit jantung.
6.       Lebih dari 43 juta anak Indonesia berusia 0-14 tahun tinggal dengan perokok di lingkungannya mengalami pertumbuhan paru yang lambat, dan lebih mudah terkena infeksi saluran pernafasan, infeksi telinga dan asma.



Dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Paolo Vineis disejumlah negara Eropa diketahui bahwa anak-anak mengalami dampak paling tinggi.
Yaitu ,sekitar tiga kali lipat terkena kanker paru-paru dan masalah yang berhubungan dengan pernafasan lainya dari orangtua yang perokok.,Resiko anak-anak terkena kanker paru-paru mengalami kenaikan sampai 3.6 kali dari orangtua perokok karena anak-anak ini telah menjadi seorang perokok pasif.
Merokok dirumah memang tidak dilarang namun Dr Paolo menyarankan orang tua seharusnya tidak merokok di rumah saat anak-anak mereka berada disekitarnya. Dr. Norman Edelman memberikan saran lain bahwa seandainya harus merokok disarankan untuk tidak merokok diruangan tertutup.
Pada remaja, masalah kesehatan jangka pendek termasuk diantaranya penyakit yang dapat timbul akibat rokok adalah gangguan pernafasan, kecanduan nikotin serta meningkatnya resiko untuk menggunakan bahan berbahaya lain termasuk obat terlarang. Sedangkan masalah jangka panjangnya adalah kenyataan bahwa sekali orang telah menjadi perokok aktif maka biasanya akan terus menjadi perokok aktif sepanjang hidupnya.



v   Berikut beberapa masalah lain yang dapat timbul akibat bahaya rokok
·     Perokok mempunyai fungsi paru-paru yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang bukan perokok.
·     Merokok mengurangi pertumbuhan paru-paru.
·     Pada orang dewasa, penyakit yang disebabkan oleh rokok adalah penyakit jantung & stroke. Penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut juga mulai terlihat pada remaja yang menggunakan rokok.
·     Merokok dapat menurunkan performa & daya tahan tubuh para remaja, bahkan pada remaja yang aktif berolahraga.
·     Secara rata-rata, orang yang merokok 1 bungkus atau lebih setiap harinya berkurang hidupnya selama 7 tahun dibandingkan orang yang tidak merokok.
·     Merokok sejak usia dini akan meningkatkan resiko untuk terkena kanker paru-paru. Untuk penyakit lain karena rokok maka resikonya juga akan semakin meningkat apabila terus merokok.
·     Remaja yang menggunakan rokok mempunyai kemungkinan 3x lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak merokok untuk menggunakan alkohol, 8x lebih banyak untuk menghisap ganja serta 22x lebih banyak untuk menggunakan kokain. Merokok juga sering dihubungkan dengan terjadinya kelakukan beresiko lain seperti berkelahi ataupun melakukan hubungan seksual secara dini. Bahaya merokok pada remaja dengan kata lain memberi efek buruk lebih dini.

2.4.            SOLUSI
Jika memang ingin memberantas rokok di masyarakat maka diperlukan kerja sama dan usaha yang sungguh-sungguh dari pemerintah,tokoh agama atau ulama,serta dinas kesehatan.Pertama dari pemerintah,pemerintah dalam hal ini yang memiliki wewenang harus bisa membatasi atau bahkan menutup pabrik-pabrik produsen rokok,karena pabrik merupakan penghasil utama rokok.Kemudian pemerintah harus memikirkan dan membantu pabrik-pabrik produsen rokok untuk dialih fungsikan menjadi pabrik non rokok yang lebih bermanfaat bagi masyarakat misal pabrik textil,pangan,otomotif dan lain-lain, walaupun tidak secara serentak namun melalui proses bertahap dan berkelanjutan tapi pasti.Di samping itu pemerintah juga harus memikirkan dan membantu para petani tembakau untuk mengalih fungsikan lahan tembakau menjadi lahan non tembakau yang sekiranya lebih bermanfaat misal lahan tebu,karet,kapas,palawija,kedelai,buah-buahan dan lain sebagainya yang hasilnya nanti dapat dipasarkan ke pabrik-pabrik pengolah,ke masyarakat atau bahkan diexpor ke luar negeri.Para tokoh agama atau ulama dengan kapasitas ilmu yang dimilikinya harus bisa memberi contoh yang baik yaitu tidak boleh merokok dan mengajak masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan merokok.Sedangkan dari dinas kesehatan dan instansi terkait melalui media yang ada harus terus menerus mengkampanyekan dan memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan.Apabila pemerintah,tokoh agama atau ulama dan dinas kesehatan dapat bekerja sama dengan kompak bukan tidak mungkin masalah rokok akan segera teratasi dengan baik.
v  Hal-hal yang mendukung penanganan merokok yaitu antara lain :

1.      Dilakukannya kampanye “anti rokok”dapat dijadikan contoh dalam melakukan upaya pencegahan dalam merokok, karena ternyata program tersebut membawa hasil yang menggembirakan. Kampanye anti merokok ini dilakukan dengan cara membuat berbagai poster, film dan diskusi-diskusi tentang berbagai aspek yang berhubungan dengan merokok. Lahan yang digunakan untuk kampanye ini adalah sekolah-sekolah, televisi atau radio. Pesan-pesan yang disampaikan meliputi:

b.      Meskipun orang tuamu merokok, kamu tidak perlu harus meniru, karena kamu mempunyai akal yang dapat kamu pakai untuk membuat keputusan sendiri.
c.       Iklan-iklan merokok sebenarnya menjerumuskan orang. Sebaiknya kamu mulai belajar untuk tidak terpengaruh oleh iklan seperti itu.
d.      Kamu tidak harus ikut merokok hanya karena teman-temanmu merokok. Kamu bisa menolak ajakan mereka untuk ikut merokok.
e.       Perilaku merokok akan memberikan dampak bagi kesehatan secara jangka pendek maupun jangka panjang yang nantinya akan ditanggung tidak saja oleh diri kamu sendiri tetapi juga akan dapat membebani orang lain (misal: orangtua

3.         Motivasi untuk menghentikan perilaku merokok penting untuk dipertimbangkan dan dikembangkan. Dengan menumbuhkan motivasi dalam diri untuk berhenti atau tidak mencoba untuk merokok, akan membuat mereka mampu untuk tidak terpengaruh oleh godaan merokok yang datang dari teman, media massa atau kebiasaan keluarga/orangtua.

4.         Dukungan sosial baik dari keluarga atau masyarakat untuk berhenti merokok

5.         Program iklan layanan masyarakat di TV tentang ajuran tidak merokok

6.         Menampilkan tokoh idola atau model yang tidak merokok

Sedangkan faktor penghambat dalam penanganan merokok antara lain: gencarnya iklan-iklan rokok di media massa dan elektronik, sedikitnya informasi mengenai bahaya merokok di media dan kegiatan-kegiatan besar yang banyak disponsori oleh rokok

v  Berikut tips dari mayoclinic untuk membantu remaja agar dapat menjauhi rokok :
1.  Pahami ketertarikan yang dapat ditimbulkan oleh rokok.
Terkadang remaja melihat rokok sebagai suatu bentuk pemberontakan atau sebagai cara untuk dapat diterima oleh teman-temannya. Untuk mengetahui lebih jelas ajaklah anak berdiskusi mengenai rokok termasuk pandangannya mengenai rokok tersebut.


2.  Katakan tidak pada rokok.
Mungkin terkadang para orang tua merasa bahwa anak tidak pernah mendengarkan ucapan mereka, tetapi jangan patah semangat.Tetaplah katakan tidak pada rokok & bilang bahwa tindakan tersebut tidak dapat diterima oleh anda.
3.  Berikan contoh yang baik.
Anak biasanya akan meniru tindakan orang terdekatnya, jadi apabila orang tua melarang anaknya untuk merokok, sebaiknya mereka pun juga tidak mengkonsumsi rokok.
4.  Rokok bukanlah hal yang keren.
Tunjukkan pada anak bahwa merokok bukanlah sesuatu hal yang keren atau dapat dibanggakan. Rokok dapat membuat nafas menjadi bau, membuat gigi menjadi kuning, menyebabkan batuk & kehilangan tenaga untuk dapat melakukan aktifitas olahraga ataupun kegiatan lain.
5.  Rokok membuang uang.
Merokok merupakan hal yang mahal.Bantu anak untuk menghitung pengeluaran yang harus dilakukan apabila mengkonsumsi rokok selama seminggu, sebulan ataupun setahun. Bandingkan uang tersebut dengan barang elektronik ataupun barang lain yang dapat diperoleh apabila tidak merokok.
6.  Pahami tekanan dari teman sebaya.
Adanya teman yang merokok dapat mempengaruhi anak.Berikan mereka kepercayaan diri untuk dapat bersosialisasi dengan teman mereka tanpa merokok.
7.  Tangani kecanduan akibat rokok dengan serius.
Banyak remaja yang percaya bahwa mereka dapat berhenti merokok kapanpun mereka mau, tetapi kenyataannya nikotin dapat membuat mereka menjadi kecanduan sama seperti pada orang dewasa.
8.  Berikan gambaran mengenai masa depan mereka.
Anak-anak cenderung percaya bahwa mereka tidak akan terkena dampak buruk dari rokok. Tetapi masalah kesehatan seperti kanker, serangan jantung & stroke sangat beresiko dialami oleh mereka yang merokok.Berilah contoh orang yang anda kenal yang menderita karena rokok.
9.  Awasi penggunaan produk bertembakau lainnya
Banyak jenis produk bertembakau lainnya yang dianggap lebih aman daripada rokok. Tetapi sebenarnya produks tersebut sama saja dengan rokok, dapat menimbulkan ketergantungan serta bahaya kesehatan yang sama.
10.  Ikut terlibat secara aktif.
Aktiflah untuk ikut terlibat dalam kegiatan pencegahan rokok baik di sekolah ataupun lingkungan rumah.






















BAB III
PENUTUP
3.1.            Kesimpulan
Merokok sudah menjadi kebiasaan sebagian besar masyarakat kita.Dari mulai para pejabat,direktur,pengusaha,pedagang,
petani,nelayan,pekerja,para buruh,mahasiswa,tukang becak,bahkan kaum wanita serta para pengangguran pun tidak mau kalah.
Menurut MU’tadin (2002) mengemukakan beberapa faktor yang menyebakan remaja merokok, antara lain:
1.         Pengaruh Orangtua
2.         Pengaruh teman
3.         Faktor Kepribadian
2.         Pengaruh Iklan
3.2.            Saran
Saran bagi orangtua agar memberikan pengasuhan, pendidikan dan lingkungan sekitar yang terbaik bagi anak-anaknya untuk menghindarkan perilaku negatif pada diri anak. Selain itu sebaiknya pemerintah lebih menegaskan bahaya rokok agar tidak ada lagi korban yang ditimbulkan akibat bahaya rokok.

 
DAFTAR PUSTAKA

http://bayu96ekonomos.wordpress.com/anda-tertarik/artikel-kesehatan/
http://creasoft.wordpress.com/category/keperawatankesehatan-masyarakatkebidanan/kesehatan-masyarakat/
http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/pdf/pedoman/pedoman%20phbs.pdf
http://medicastore.com/artikel/299/index.html
http://ridwanamiruddin.com/2011/03/03/peranan-epidemiologi-dalam-perencanaan-kesehatan/
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar