PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Selasa, 04 Maret 2014

KONSEP KELUARGA

Dr. Suparyanto, M.Kes



KONSEP KELUARGA

1.    Pengertian keluarga
Menurut Departemen Kesehatan RI (1998) keluarga adalah unit terkecil dan tinggal disatu tempat atau atau yang terdiri dan kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disatu tempat atau atap dalam keadaan saling ketergantungan (Effendy, 2004).
Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan di dalam perannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan (Effendy, 2004).

2.    Struktur keluarga
Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam, diantaranya adalah :
a.    Patrilineal : adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
b.    Matrilineal : adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi di mana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
c.    Matrilokal : adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
d.    Patrilokal : adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
e.    Keluarga kawinan : adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembimbing keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.
(Effendy, 2004).

3.    Tugas Keluarga dalam Bidang Kesehatan, antara lain:
a.    Mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggotanya
b.    Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat.
c.    Memberikan perawatan pada anggota keluarga yang sakit dan yang tidak dapat membantu dirinya sendiri karena cacat atau usianya yang terlalu muda.
d.    Mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarga.
e.    Mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan lembaga kesehatan yang menunjukkan pemanfaatan dengan baik fasilitas-fasilitas yang ada (Effendy,  2004).

4.    Tipe Keluarga
a.    Keluarga inti
      Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.
b.    Keluarga besar
      Keluarga inti ditambah dengan sanak saudara, misalnya nenek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
c.    Keluarga berantai
      Keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
d.    Keluarga duda/janda 
      Keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.
e.    Keluarga berkomposisi
      Keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
f.     Keluarga kabitas
      Dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga. (Effendy, 2004).

5.    Fungsi Keluarga
a.    Fungsi biologis
  Untuk meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Memelihara dan merawat anggota keluarga.
b.    Fungsi sosialisasi
  Membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan perkembangan anak.
c.    Fungsi ekonomi
  Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
d.    Fungsi pendidikan
  Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan dan perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya, mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya. (Effendy, 2004).

6.    DAFTAR PUSTAKA

1.    Adi, R. 2004. Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum. Edisi 1. Jakarta: Granit
2.    Alimul, Hidayat. 2009. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Rineka Cipta.
3.    . 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak Untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta. Salemba Medika.
4.    Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.
5.    Azwar, Saifudin. 2011. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta Pustaka Pelajar.
6.    Widodo, Darmowandoyo, 2002. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Infeksi dan Penyakit Tropis. Edisi Pertama. Jakarta : Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI:367-375
7.    Depkes RI. 2010. Angka Kejadian tifus di Indonesia. http://www.library.upnvj.ac.id/pdf. Diakses 23/01/2013.
8.    Dinkes Jombang. 2012. Jumlah kejadian tifoid di Jombang. Dinkes Jombang.
9.    Dorotyh E. Johnson, 2006. Nursing Theorists and Their Work. St. Louis, Missouri. USA. Westline Industrial Drive.
10. Effendy. 2004. Dasar-dasar Kepewatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta. EGC.
11. Faisal. 2004. Macam-macam penyakit menular dan pencegahannya. Jakarta:Pustaka Populer Obor.
12. Hadisaputro. Masalah Demam tifoid. http://digilib.unimus.ac.id. Diakses 23/01/2013.
13. Hidayati. 2010. Faktor penyebab penyakit tifoid. http://ejournal.uin-malang.ac.id. Diakses 12/02/2013.
14. Kusrini, Koniyo Andri. Tuntutan Praktis Membangun Sistem Informasi Akutansi dengan Visual basic dan Mocrosoft SQL Server. Yogyakarta. C.V ANDI OFFSET
15. Mansjoer. 2007. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: FKUI.
16. Ngastiyah. 2005. Perawatan Anak Sakit. Jakarta. EGC.
17. Notoatmodjo, 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.
18. . 2007. Kesehatan Masyarakat, Ilmu dan Seni. Jakarta : Rineka Cipta
19. . 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka      Cipta.
20. Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian. Jakarta : Salemba Medika.
21. Rampengan. 2008. Penyakit Infeksi Tropik Pada Anak. Jakarta. EGC.
22. Riana Afriadi. 2008. Penyakit Perut. Bandung. Puri Delco.
23. Sunaryo. 2004. Psikologi Keperawatan. Jakarta. EGC.
24. Suprajitno. 2004. Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta. EGC.
25. Surininah. 2009. Buku Pintar Mengasuh Batita. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
26. Timmreck, TC. 2005. Epidemiologi Suatu Pengantar Edisi 2. Jakarta: EGC
27. Walgito. 2007. Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Bandung. Penerbit Andi.
28. Wawan dan Dewi. 2010. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. Yogyakarta. Nuha Medika.
29. Widoyono. 2012. Penyakit Tropis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya. Jakarta. Erlangga.
30. Yanuar. 2008. Penyakit Perut. Puri Delco. Bandung.



 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar