PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Selasa, 16 April 2013

SEKILAS TENTANG PENYAKIT MUNTABER

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG MUNTABER

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Ada beragam gangguan pencernaan yang perlu kita ketahui supaya kita lebih waspada dan bisa melakukan usaha-usaha pencegahan. Salah satu gangguan pada pencernaan yang cukup berbahaya jika dibiarkan berlanjut adalah muntaber. Muntaber merupakan gangguan pencernaan yang menyebabkan seseorang mengalami muntah dan berak secara bersamaan atau terpisah. Jika gangguan pencernaan yang satu ini tidak segera diatasi maka bisa dengan cepat membawa seseorang pada kondisi yang membahayakan jiwanya.

Muntaber bisa disebabkan oleh  kuman, bakteri, atau virus. Muntaber juga dapat disebabkan oleh adanya infeksi saluran nafas atau radang tenggorokan, infeksi saluran kemih (kencing) dan penyakit tifus. Akan tetapi, yang paling sering menyebabkan muntaber adalah bakteri Eschericia coli (E.coli) yang menyerang usus. Biasanya muntaber terjadi karena seseorang mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar dengan bakteri E.coli dan saat itu daya tahan tubuhnya sedang turun (tidak fit).

1.2 Tujuan
Makalah ini dibuat dengan tujuan sebagai berikut :
1)    Menjelaskan definisi muntaber
2)    Menjelaskan faktor agent dari penyakit muntaber
3)    Menjelaskan faktor host dari penyakit muntaber
4)    Menjelaskan faktor environment dari penyakit muntaber
5)    Menjelaskan port of entryand exit dari penyakit muntaber
6)    Menjelaskan transmisi dari penyakit muntaber
7)    Menjelaskan bagaimana pencegahan dari penyakit muntaber
8)    Menjelaskan bagaimana pemberantasan dari penyakit muntaber
9)    Menjelaskan bagaimana pengobatandari penyakit muntaber

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Muntaber
Penyakit Muntaber atau Vibrio Parahaemolyticus Enteritis adalah keadaan di mana seseorang menderita muntah-muntah disertai buang air besar berkali-kali. Kejadian itu dapat berulang tiga sampai lebih sepuluh kali dalam sehari. Terjadi perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, melembek sampai mencair, yang kadang juga mengandung darah atau lendir.

2.2 Faktor Agent
Penyebab utama penyakit muntaber adalah peradangan usus oleh bakteri, virus, parasit lain (jamur, cacing, protozoa), keracunan makanan atau minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan kimia serta kurang gizi, misalnya kelaparan atau kekurangan protein.
Bakteri E. coli adalah penyebab penyakit muntaber, E. coli yang merupakan penyingkatan dari Escherichia coli sebenarnya adalah bakteri yang dari dahulu kala sudah ada di dalam tubuh manusia khususnya di dalam sistem pencernaan dan tidak menimbulkan penyakit. Bakteri ini ditemukan oleh seorang seorang pakar bakteriologi Jerman bernama Theodor Escherich pada tahun 1885. Sebagian besar dari ratusan jenis E. coli ini hidup di dalam saluran pencernaan manusia tanpa menimbulkan gangguan dan ‘hidup rukun’ ini dinamakan commensalism.

Namun pada tahun 1982 terjadi kegemparan di kalangan medis, karena E. coli ini sudah mengalami mutasi (perubahan sifat) dan menimbulkan letupan kasus diare di Oregon dan Michigan (AS) dengan 47 orang penderita dewasa dan anak-anak. Dari hasil pemeriksaan laboratorium awal mulanya petugas kesehatan mengalami kebingungan karena tidak ditemukan bakteri patogen (yang menyebabkan penyakit) dan hanya didapatkan bakteri E. coli yang memang dianggap lumrah berada di saluran cerna.

Selain itu, penyakit muntaber juga dapat disebabkan oleh virus Vibrio parahaemolyticus yang termasuk jenis vibrio halofilik dan telah diidentifikasi ada 12 grup antigen “O” dan sekitar 60 tipe antigen “K” yang berbeda. Strain patogen pada umumnya (tetapi tidak selalu) dapat menimbulkan reaksi hemolitik yang khas (fenomena Kanagawa). Masa inkubasi Vibrio parahaemolyticus biasanya antara 12 – 24 jam, tetapi dapat berkisar antara    4 – 30 jam.

2.3 Faktor Host
1)    Usia: penyakit muntaber memang menyerang anak-anak, terutama pada usia dua hingga delapan tahun. Mereka mudah tertular karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa.
2)    Jenis Kelamin: laki-laki dan juga perempuan
3)    Ras: Di negara yang lingkungannya kurang bersih,seperti negara berkembang

2.4 Faktor Environment
 Kondisi lingkungan yang kurang bersih dan sehat sehingga masih ada penyebab bakteri muntaber selain itu kurangnya kesadaran sosial terhadap kebersihan dan makanan yang dikonsumsi terkontaminasi bakteri. Sistem sanitasi yang tidak terjaga dengan baik juga memudahkan kuman untuk berkembang biak. Hujan yang terus menerus sehingga menimbulkan banjir dan lingkungan menjadi kotor, sangat potensial menimbulkan wabah muntaber.

2.5 Port of Entry and Exit
Penularan penyakit muntaber adalah :
1)    Melalui cairan dari mulut (muntah),yang kurang bersih membersihkanya
2)    Melalui secret dari anus yang belum bersih,dan air yang dikunakan ikut tercemar karena muntaber menyebar melalui air

2.6 Transmisi
Muntaber memang sangat mudah menular, Terutama melalui air. Sehingga bila ada salah satu anggota keluarga yang sakit muntaber atau tetangga yang kena muntaber usahakan untuk mencegah faktor penularan tersebut.

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Cara Mencegah Penyakit Muntaber
Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah muntaber, antara lain :

1)    Menkonsumsi makanan bergizi seimbang dan dalam jumlah yang cukup.
2)    Penggunaan air bersih untuk minum.
3)    Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar.
4)    Membuang tinja, termasuk tinja bayi pada tempatnya.
5)    Menjaga kebersihan jamban keluarga.
6)    Menjaga kebersihan rumah, terutama kamar mandi, WC dan dapur.
7)    Menjaga kebersihan peralatan makan.
8)    Mencuci sayuran, buah, dan bahan makanan sebelum dimasak.
9)    Memisahkan perangkat anggota keluarga yang terkena muntaber supaya tidak menular kepada yang lain.
10) Jika kita mempunyai bayi, maka berikan asi ekslusif sampai dengan 6 bulan dan melanjutkan pemberian ASI sampai 2 tahun pertama kehidupan serta sebisa mungkin menghindari susu botol.



3.2  Pengobatan/ Penatalaksanaan Penyakit Muntaber
Untuk mengobati muntaber diperlukan antibiotika jenis metronidazol yang dikom-binasikan dengan (Sulfametoksazol dan trimetoprim). Untuk golongan metronidazole bisa dipakai flagyl, trogyl, atau yang lainnya. Yang penting berisi metronidazole. Yang generik pun juga tidak masalah. Sedangkan untuk obat golongan sulfametoksazole dan trimetoprim, bisa dipakai sanprima atau yang lainnya.

Aturan minumnya :
Untuk metronidazole diminum sehari 3 kali satu tablet. Sedangkan sanprima diminum sehari 2 kali. Usahakan diminumnya jangan bersamaan. Bisa diberi rentag waktu 1-2 jam.

Pengobatan lain untuk penyakit muntaber adalah :
1. Pemberian cairan oralit
Pertolongan pertama untuk penderita muntaber adalah dengan memberinya sebanyak mungkin cairan, sebelum dibawa berobat ke dokter atau Rumah Sakit. Selama penderita masih sadar dan dapat minum, berikanlah cairan oralit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

2. Tetap berikan makanan dan minuman lain.
Bagi bayi yang masih menyusu ibunya terus berikan ASI,jika yang menderita adalah bayi

3. Segera bawa  kedokter,apabila pertolongan pertama tidak berhasil atau belum membaik.
Agar penyakit muntaber lebih cepat sembuh maka seseorang harus mematuhi apa yang menjadi pantangan penyakit muntaber. Pantangan orang terserang penyakit muntaber adalah makanan atau minuman yang dapat merangsang dan memperparah penyakit tersebut makanan yang pedas bercabai,tape,kopi,santan ,minuman dingin, dll.

3.3 Cara Memberantas Penyakit Muntaber
Penyakit muntaber dapat di berantas jika manusia mau mencegah penyakit tersebut mulai dini dengan cara :
1)    Menkonsumsi makanan bergizi seimbang dan dalam jumlah yang cukup,agar bakteri tidak dapat masuk ke tubuh kita karena tubuh kita sedang dalam keadaan shat
2)    Penggunaan air bersih untuk minum,dan yang pastinya air minum yang benar-benar matang
3)    Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar.
4)    Membuang tinja, termasuk tinja bayi pada tempatnya.
5)    Menjaga kebersihan jamban keluarga.
6)    Menjaga kebersihan rumah, terutama kamar mandi, WC dan dapurdan selokan air.
7)    Menjaga kebersihan peralatan makan.
8)    Mencuci sayuran, buah, dan bahan makanan sebelum dimasak.
9)    Memisahkan perangkat anggota keluarga yang terkena muntaber supaya tidak menular kepada yang lain.
10) Jika kita mempunyai bayi, maka berikan asi ekslusif sampai dengan 6 bulan dan melanjutkan pemberian ASI sampai 2 tahun pertama kehidupan serta sebisa mungkin menghindari susu botol,karena mungkin botol bayi kurang bersih saat mencucinya sehingga banyak bakteri atau kuman yang bersarang di botol tersebut.
11) kesadaran dari masing -masing orang jika tidak ingin sakit maka harus hidup bersih dan juga sehat

BAB III PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Penyakit Muntaber atau Vibrio Parahaemolyticus Enteritis adalah keadaan di mana seseorang menderita muntah-muntah disertai buang air besar berkali-kali. Kejadian itu dapat berulang tiga sampai lebih sepuluh kali dalam sehari. Terjadi perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, melembek sampai mencair, yang kadang juga mengandung darah atau lendir.Penularan penyakit muntaber dikarenakan lingkungan yang kurang bersih dan gaya hidup yang kurang sehat.penyakit muntaber menyerang siapa saja tak mengenal usia,jenis kelamin,dan ras. muntaber menyebar melalui air,udara.untuk mencegah penyakit ini dapat dilakukan dengan cara :
1)    Menkonsumsi makanan bergizi seimbang dan dalam jumlah yang cukup,agar bakteri tidak dapat masuk ke tubuh kita karena tubuh kita sedang dalam keadaan shat
2)    Penggunaan air bersih untuk minum,dan yang pastinya air minum yang benar-benar  matang
3)    Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar.
4)    Membuang tinja, termasuk tinja bayi pada tempatnya.
5)    Menjaga kebersihan jamban keluarga.
6)    Menjaga kebersihan rumah, terutama kamar mandi, WC dan dapurdan selokan air.
7)    Menjaga kebersihan peralatan makan.
8)    Mencuci sayuran, buah, dan bahan makanan sebelum dimasak.
9)    Memisahkan perangkat anggota keluarga yang terkena muntaber supaya tidak menular kepada yang lain.
10) Jika kita mempunyai bayi, maka berikan asi ekslusif sampai dengan 6 bulan dan melanjutkan pemberian ASI sampai 2 tahun pertama kehidupan serta sebisa mungkin menghindari susu botol,karena mungkin botol bayi kurang bersih saat mencucinya sehingga banyak bakteri atau kuman yang bersarang di botol tersebut.
11) Lakukan tindakan lanjutan yaitu bawa ke rumah sakit apabila penyakit tambah parah

4.2  Saran
Untuk menanggulangi penyebaran penyakit muntaber hendaknya masyarakat mencegah faktor penularannya agar tidak meluas lebih banyak lagi dan apa bila ada yang terkena muntaber segera di bawa ke rumah sakit agar mendapatkan pelayanan segera mungkin ditakutkan apabila si penderita mengalami dehidrasi dan juga infeksi yang semakin parah.


REFERENSI
1)    http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaminggu&kid=24&id=55211
2)    http://kesehatan.us/2012/06/apa-muntaber-itu-dan-bagaimana-gejalanya/
3)    http://tips-sehat-bahagia.blogspot.com/2012/11/gejala-dan-penyebab-penyakit-muntaber.html
4)    Komite Medik RSUP Dr. Sardjito, Standar Pelayanan Medis, Medika, FK UGM Yogyakarta
5)    dr. Karel, SpA, Menjadi Dokter Anak di Rumah, Penerbit Puspa Sehat
6)    dr. Avie Andriyani (dimuat di majalah As Sunnah edisi08/XII/1429H/2008M)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar