PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Selasa, 23 April 2013

SEKILAS TENTANG POLIOMYELITIS (PENYAKIT POLIO)

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG POLIOMYELITIS (PENYAKIT POLIO)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Polio adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus polio yang dapat mengakibatkan terjadinya kelumpuhan yang permanen. Penyakit ini dapat menyerang pada semua kelompok umur, namun yang peling rentan adalah kelompok umur kurang dari 3 tahun. Gejala meliputi demam, lemas, sakit kepala, muntah, sulit buang air besar, nyeri pada kaki, tangan, kadang disertai diare. Kemudian virus menyerang dan merusakkan jaringan syaraf , sehingga menimbulkan kelumpuhan yang permanen.

Penyakit polio pertama terjadi di Eropa pada abad ke-18, dan menyebar ke Amerika Serikat beberapa tahun kemudian. Penyakit polio juga menyebar ke negara maju belahan bumi utara yang bermusim panas. Penyakit polio menjadi terus meningkat dan rata-rata orang yang menderita penyakit polio meninggal, sehingga jumlah kematian meningkat akibat penyakit ini. Penyakit polio menyebar luas di Amerika Serikat tahun 1952, dengan penderita 20,000 orang yang terkena penyakit ini ( Miller,N.Z, 2004 ).

Jenis Polio antara lain :
1. Polio Non-Paralisis        
Polio non-paralisis menyebabkan demam, muntah, saki perut, lesu dan sensitif. Terjadi kram otot pada leher dan punggung, otot terasa lembek jika disentuh.

2. Polio Paralisis Spinal
Strain poliovirus ini menyerang saraf tulang belakang, menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai. Meskipun strain ini dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, kurang dari satu penderita dari 200 penderita akan mengalami kelumpuhan. Kelumpuhan paling sering ditemukan terjadi pada kaki. Setelah poliovirus menyerang usus, virus ini akan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus dan diangkut seluruh tubuh.

Poliovirus menyerang saraf tulang belakang dan neuron motor yang mengontrol gerak fisik. Pada periode inilah muncul gejala seperti flu. Namun, pada penderita yang tidak memiliki kekebalan atau belum divaksinasi, virus ini biasanya akan menyerang seluruh bagian batang saraf tulang belakang dan batang otak. Infeksi ini akan mempengaruhi sistem saraf pusat menyebar sepanjang serabut saraf. Seiring dengan berkembang biaknya virus dalam sistem saraf pusat, virus akan menghancurkan neuron motor. Neuron motor tidak memiliki kemampuan regenerasi dan otot yang berhubungan dengannya tidak akan bereaksi terhadap perintah dari sistem saraf pusat.

Kelumpuhan pada kaki menyebabkan tungkai menjadi lemas kondisi ini disebut acute flaccid paralysis (AFP). Infeksi parah pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan kelumpuhan pada batang tubuh dan otot pada toraks (dada) dan abdomen (perut), disebut quadriplegia.

3. Polio Bulbar
Polio jenis ini disebabkan oleh tidak adanya kekebalan alami sehingga batang otak ikut terserang. Batang otak mengandung neuron motor yang mengatur pernapasan dan saraf kranial, yang mengirim sinyal ke berbagai otot yang mengontrol pergerakan bola mata saraf trigeminal dan saraf muka yang berhubungan dengan pipi, kelenjar air mata, gusi, dan otot muka, saraf auditori yang mengatur pendengaran, saraf glossofaringeal yang membantu proses menelan dan berbgai fungsi di kerongkongan; pergerakan lidah dan rasa; dan saraf yang mengirim sinyal ke jantung, usus, paru-paru, dan saraf tambahan yang mengatur pergerakan leher ( Wilson, 2001 ).

1.2  TUJUAN
1)    Memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai Penyakit Polio
2)    Pembaca dapat melakukan pencegahan dan pengobatan pada penderita penyakit polio
3)    Pembaca dapat menambah kompetensi terkait dengan penyakit polio

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Faktor Agent
·         Virus yang terdapat pada penyakit polio yaitu genus enterovirus dan family picorna,yang di serap dan di sebarkan melalui system pembuluh darah dan pembuluh getah bening.virus ini dapat bertahan lama pada air limbah,virus polio tersebut mengalami masa inkubasi selama 5-35 hari di dalam tubuh.

2.2 Faktor Host
·         Belum mendapatkan imunisasi
·         Terdapatnya luka di mulut,hidung,dan tenggorokan(misalnya: baru menjalani pengangkatan amandel atau pencabutan gigi
·         Usia sangat lanjut atau sangat muda
·         Stes atau kelelahan fisik yang luar biasa(karena stress dan emosi serta fisik dapat melemahkan system kekebalan tubuh.

2.3  Faktor Environtment
·         Sering bepergian ke daerah yang masih sering di temukan penyakit polio
·         kurangnya menjaga kepersihan di sekitar lingkunganya
·         terkontaminasinya organ  tubuh  pada penderita polio tersebut
                                                                                                                                   
2.4  Port of entry and exit
·         Port of entry: virus masuk ke dalam tubuh  melalui mulut, ketika  seseorang memakan-makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan si penderita polio biasanya  juga melalui ludah
·         Port of exit: virus keluar melalui lubang dubur atau anus. Sebelum virus keluar ,virus menginfeksi bagian usus yang kemudian memasuki aliran darah dan  mengalir ke system saraf pusat sehingga terjadi kelumpuhan.

2.5  Transmisi
·         Cuci tangan sebelum makan
·         Memakan makanan yang sehat
·         Tidak mendekati daerah yang banyak terserang polio
·         Melakukan imunisasi dan vaksinasi
·         Menjaga personal hygient


BAB III PEMBAHASAN

3.1  PENCEGAHAN
Dalam World Health Assembly tahun 1998 yang diikuti oleh sebagian besar negara di penjuru dunia dibuat kesepakatan untuk melakukan Eradikasi Polio (Erapo) tahun 2000, artinya dunia bebas polio tahun 2000. Program Eropa pertama yang dilakukan adalah
·         Melakukan cakupan imunisasi yang tinggi dan menyeluruh
·         Pekan Imunisasi Nasional yang telah dilakukan Depkes tahun 1995, 1996, dan 1997. Pemberian imunisasi polio yang sesuai dengan rekomendasi WHO adalah diberikan sejak lahir sebanyak 4 kali dengan interval 6-8 minggu. Kemudian diulang usia 1½ tahun, 5 tahun, dan usia 15 tahun
·         Survailance Acute Flaccid Paralysis atau penemuan penderita yang dicurigai lumpuh layuh pada usia di bawah 15 tahun harus diperiksa tinjanya untuk memastikan karena polio atau bukan.
·         Melakukan Mopping Up, artinya pemberian vaksinasi massal di daerah yang ditemukan penderita polio terhadap anak di bawah 5 tahun tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya.

3.2  PEMBERANTASAN
·         Memberikan vaksin polio pada anak-anak
·         Vaksin Salk, merupakan vaksin virus polio yang tidak aktif
·         Vaksin Sabin, merupakan vaksin virus polio hidup.
·         Yang memberikan kekebalan yang lebih baik (sampai lebih dari 90%) dan yang lebih disukai adalah vaksin Sabin per-oral (melalui mulut).
·         Tetapi pada penderita gangguan sistem kekebalan, vaksin polio hidup bisa menyebabkan polio. Karena itu vaksin ini tidak diberikan kepada penderita gangguan sistem kekebalan atau orang yang berhubungan dekat dengan penderita gangguan sistem kekebalan karean virus yang hidup dikeluarkan melalui tinja.
·         Bagi Dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi polio dan hendak mengadakan perjalanan ke daerah yang masih sering terjadi polio, sebaiknya menjalani vaksinasi terle

3.3  PENGOBATAN
Polio tidak dapat disembuhkan dan obat anti-virus tidak mempengaruhi perjalanan penyakit ini.Jika otot-otot pernafasan menjadi lemah, bisa digunakan ventilator.Jika terjadi infeksi saluran kemih, diberikan antibiotik.Untuk mengurangi sakit kepala, nyeri dan kejang otot, bisa diberikan obat pereda nyeri.
                                                                                               
PENUTUP

4.1  KESIMPULAN
1)    Polio adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus polio yang dapat mengakibatkan terjadinya kelumpuhan yang permanen, Jenis polio ada 3 yaitu Polio Non-Paralisis, Polio Paralisis Spinal, Polio Bulbar.
2)    Gejala polio meliputi demam, lemas, sakit kepala, muntah, sulit buang air besar, nyeri pada kaki/tangan, kadang disertai diare. Kemudian virus menyerang dan merusakkan jaringan syaraf , sehingga menimbulkan kelumpuhan yang permanen.
3)    Pencegahan polio antara lain melakukan cakupan imunisasi yang tinggi dan menyeluruh, Pekan Imunisasi Nasional yang telah dilakukan Depkes tahun 1995, 1996, dan 1997, Survailance Acute Flaccid Paralysis, melakukan Mopping Up. Polio tidak dapat disembuhkan dan obat anti-virus tidak mempengaruhi perjalanan penyakit ini.

4.2   SARAN
1)    Melakukan imunisasi dan memberikan vaksin secara teratur
2)    Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang
3)    Tidak bepergian ke tempat yang banyak terdapat penyakit polionya
4)    Menjaga kebersihan badan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar