PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Minggu, 07 April 2013

DIAGNOSTIK FISIK GANGGUAN REPRODUKSI

Dr. Suparyanto, M.Kes


DIAGNOSTIK FISIK  GANGGUAN REPRODUKSI

Diagnostik fisik adalah: Ilmu untuk membuat diagnosa suatu penyakit melalui pemeriksaan fisik.

Skema urutan pemeriksaan bagi penderita secara umum adalah:

1.    Keterangan pribadi
2.    Keluhan utama
3.    Anamnesa
4.    Pemeriksaan fisik (Inspeksi, Palpasi, Perkusi, Auskultasi): Keadaan umum; Kepala leher; Jantung dan paru, Abdomen; Genetalia – anus – rectum; Extremitas
5.    Laboratorium
6.    Pemeriksaan khusus
7.    Diagnosa / diagnosa banding
8.    Pengobatan
9.    Komplikasi
10. Prognosa

Skema diatas adalah diagnose fisik yang dilakukan secara sempurna, sedang untuk paramedis cukup mengenal secara umum dengan urutan sbb:

1.    Anamnesa
2.    Pemeriksaan Umum
3.    Pemeriksaan Fisik
4.    Diagnosa

ANAMNESA

1.    Anamnea Sosial: Nama, umur, suami, pekerjaan, alamat, lama menikah, agama, pendidikan, kehamilan yang keberapa,
2.    Anamnesa keluarga: menanyakan adanya penyakit dalam keluarga; mis: kencing manis, darah tinggi, TBC dll.
3.    Anamnesa medik: Menanyakan penyakit yang pernah diderita.
4.    Anamnesa haid: Kapan menarche, haid terakhir, nyeri haid, haid teratur tidak, keluar darah putih.
5.    Anamnesa kebidanan: Umur kehamilan, cara persalinan, anak hidup atau mati, penyulit selama hamil dan persalinan.

PEMERIKSAAN UMUM

1.    Mengukur tinggi badan
2.    Mengukur Berat badan
3.    Mengukur Tekanan darah
4.    Memeriksa reflek lutut
5.    Memeriksa edema tungkai

PEMERIKASAAN FISIK

1.    Inspeksi : perhatikan conjunctiva anemis?, sklera icterik?, muka cloasma?, gigi caries?, tiroid membesar?, perut membesar?    ada benjolan? , tungkai edema?, varises?.
2.    Palpasi : terutama dilakukan didaerah abdomen, jika ada benjolan akibat mass abdomen atau kehamilan, tentukan tinggi fundus uteri, posisi bayi.
3.    Auskultasi : terutama menentukan denjut jantung janin (Cortonen), dengarkan pada daerah “ Auvard” yaitu daerah yang paling jelas terdengar detik jantung janin, yaitu di daerah punggnung dekat kepala.


DIAGNOSA

Jika wanita tsb hamil (Gravida) maka diagnosa kehamilan harus dapat menjawab 10 kriteria :

1.    Apakah benar hamil
2.    Nulli gravida atau Multi gravida
3.    Berapa umur kehamilan
4.    Janin hidup atau mati
5.    Hamil tunggal atau kembar
6.    Bagaimana letak janin
7.    Kehamilan intra uterine atau extra uterine
8.    Bagaimana pemeriksaan panggul
9.    Adakah penyulit kebidanan
10. Adakah penyakit non obstetrik

Contoh Diagnosa: Ny. A. hamil, G1P0-0, umur kehamilan 24 minggu, janin hidup, tunggal, letak kepala, punggung kanan, intra uterina, panggul normal, tidak disertai penyulit.

Jika wanita tsb tidak hamil cukup didiagnosa berdasarkan penyakit yang ditemukan misal :

1.    Myoma uteri
2.    Gonorhoe
3.    Ca cervix
4.    Menorrhagia


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar