PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Minggu, 07 April 2013

SISTEM REPRODUKSI WANITA

Dr. Suparyanto, M.Kes


SISTEM REPRODUKSI WANITA

1. ALAT REPRODUKSI WANITA BAGIAN LUAR

1.    Mons veneris: Bagian menonjol diatas simphisis, pada wanita dewasa ditumbuhi rambut.

2.    Labia mayora: Terdiri bagian kiri dan kanan, lonjong mengecil ke bawah, terisi jaringan lemak, bertemu di bagian bawah membentuk commisura posterior.

3.    Labia minora: Suatu lipatan tipis bagian dalam labia mayora, mengandung banyak glandula sebacea,serta jaringan saraf yang sangat sensitif, kedua bibir bertemu pada sebelah atas klitoris membentuk Prepotium klitoridis dan pada bagian bawah klitoris membentuk Frenulum klitoridis, sedang pada bagian bawah membentuk Fossa navikulare.

4.    Klitoris: Organ sebesar kacang hijau, sangat erektil, banyak saraf sehingga sangat sensitif. Klitoris ini serupa dengan penis pada laki laki.

5.    Vulva (Vestibulum): Berbentuk lonjong dengan batas atas klitoris, kiri kanan labia minora dan bawah perineium, dibawah klitoris terdapat orifisium uretra eksternum, di bagian bawah terdapat kelenjar Skene dan kelenjar Bartolini yang berfungsi mengeluarkan lendir pada saat coitus. Di daerah ini ditemukan orificium uretra externum tempat keluarnya saluran kencing.

6.    Introitus vaginae: Pada wanita virgin ditutup oleh Hymen , hymen ini bentuknya berbeda beda, dan punya lubang (hiatus hymenalis) yang bervariasi untuk mengeluarkan getah dan haid, umumnya hymen robek pada saat coitus biasanya pada jam 5 atau 7 dan sampai dasar hymen, sesudah persalinan tinggal sisanya disebut carunculae himenalis.

2. ALAT REPRODUKSI WANITA BAGIAN DALAM

1.    Vagina: penghubung antara introitus vagina dan uterus, digunakan untuk coitus dan jalan lahir, dinding depan panjangnya 6 ½ - 9 cm sedang dinding belakang 9 - 11 cm. Bentuk vagina bagian dalam vagina berlipat lipat disebut Rugae yang memungkinkan vagina melebar pada saat partus. Pada kehamilan terdapat hipervaskularisasi di vagina sehingga berwarna merah kebiruan yang disebut livide

2.    Uterus: Terletak didalam panggul dibelakang kandung kencing , berbentuk seperti buah peer dengan panjang 7,5 x 5 x 2,5 cm. Uterus terdiri : Fundus uteri, Corpus uteri dan cervix uteri. Rongga didalam uterus disebut cavum uteri yang dilapisi oleh selaput endometrium, pada fundus bagian proksimal merupakan tempat masuknya tuba falopii, sedang bagian serviks yang menonjol ke vagina disebut Portio.

3.    Tuba falopii  (Saluran telur): Panjangnya 10 cm terdiri 3 bagian pars interstitialis, pars isthmica, pars ampularis dan infundibulum dimana bagian ujungnya ada fimbria yang berguna untuk menangkap telur dari ovarium saat ovulasi.

4.    Ovarium: Ada 2 kiri kanan sebesar ibu jari tangan seperti buah kenari . Didalamnya terdapat folikel primer yang belum matang sebanyak 100 – 200 ribu buah, dan semasa hidupnya wanita mengeluarkan 400 butir sel telur. Yang dikeluarkan secara periodik setiap 14 hari pada saat ovulasi. Ovarium mengeluarkan hormon Estrogen dan hormon Progesteron yang berpengaruh terhadah endometrium untuk mempersiapkan sel telur yang telah dibuahi, jika pembuahan tidak terjadi  maka endometrim tsb mengalami degenerasi akibat spasme dan iskemia dan terjadi perdarahan yang disebut menstruasi.

5.    Ovum: Garis tengahnya 0,2 mm, dan umur sel untuk dapat dibuahi sekitar 24 jam. Ovum tsb berasal dari folikel primer yang telah mengalami pematangan yang disebut Folikel de Graaf.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar