PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Minggu, 14 April 2013

SEKILAS TENTANG PNEUMONIA

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG PNEUMONIA

BAB I PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Pneumonia adalah radang parenkim paru-paru atau infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru. Pneumonia disebabkan oleh bakteri, virus, mycoplasma pneumonia, jamur, aspirasi, pneumonia hypostatic, dan sindrom weffer.

Gejala penyakit ini berupa nafas cepat dan nafas sesak, karena paru meradang secara mendadak.Pneumonia sering terjadi pada anak usia 2 bulan – 5 tahun, pada usia dibawah 2 bulan pneumonia berat ditandai dengan frekuensi pernafasan sebanyak 60 kali/menit juga disertai penarikan kuat pada dinding dada sebelah bawah kedalam. Pada usia 2 bulan sampai kurang dari 1 tahun, frekuensi pernafasan sebanyak 50 kali/menit dan pada usia 1 tahun sampai kurang dari 5 tahun frekuensi pernafasan sebanyak 40 kali/menit.

Pneumonia berat ditandai dengan adanya gejala seperti anak tidak bisa minum atau menetek, selalu memuntahkan semuanya, kejang,dan terdapat tarikan dinding dada kedalam dan suara nafas bunyi krekels (suara nafas tambahan pada paru) saat inspirasi.

Kasus terbanyak terjadi pada anak dibawah 3 tahun dan kematian terbanyak pada bayi yang berusia kurang dari 2 bulan. Apabila anak diklasifikasikan menderita pneumonia berat di puskesmas atau balai pengobatan, maka anak perlu segera dirujuk setelah diberi dosis pertama antibiotik yang sesuai. Pada Ruang Kenari ini sendiri total penderita penyakit pneumonia dari awal tahun 2009 ada sebanyak 4 orang penderita, 3 diantaranya diderita oleh anak-anak.

1.2       Tujuan
1)    Mengetahui definisi Pneumonia
2)    Mengetahui etiologi Pneumonia
3)    Mengetahui faktor agent,host, environment Pneumonia
4)    Mengetahui Port of entry and exit Pneumonia
5)    Mengetahui transmisi Pneumonia.
6)    Mengetahui cara pencegahan dan penatalaksanaan Pneumonia.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi
Pneumonia ialah suatu radang paru yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi sepertibakteri, virus, jamur dan benda asing yang mengensi jaringan paru (alveoli). (DEPKES.2006).Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolusterminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius dan alveoli, serta menimbulkankonsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat. (Zuh Dahlan. 2006).
Pneumonia adalah suatu infeksi pada paru-paru, dimana paru-paru terisi oleh cairan sehinggaterjadi gangguan pernafasan. (www.medicastore.com).Pneumonia adalah infeksi akut jaringan (parenkim) paru yang ditandai dengan demam, batuk dan sesak napas. Selain gambaran umum di atas, Pneumonia dapat dikenali berdasarkan pedoman tanda-tanda klinis lainnya dan pemeriksaan penunjang (Rontgen, Laboratorium).

2.2 Etiologi
Sebagian besar pneumonia disebabkan oleh mikroorganisme (virus atau bakteri) dan sebagian kecil disebabkan oleh hal lain (aspirasi, radiasi,dll). Secaraklinis sulit membedakan pneumonia bakterial dan pneumonia viral. Demikian jugadengan pemeriksaan radiologis dan laboratorium, biasanya tidak dapat menentukanetiologi.Usia pasien merupakan faktor yang memegang peranan penting padaperbedaan dan kekhasan pneumonia anak, terutama dalam spektrum etiologi,gambaran klinis dan strategi pengobatan.

Etiologi pneumonia pada neonatus dan bayikecil meliputiStreptococcus group Bdan bakteri Gram negatif seperti E.colli, Pseudomonas sp, atauKlebsiella sp. Pada bayi yang lebih besar dan anak balita, pneumonia sering disebabkan oleh infeksiStreptococcus pneumoniae, Haemophillusinfluenzaetipe B danStaphylococcus aureus,sedangkan pada anak yang lebih besar dan remaja, selain bakteri tersebut, sering juga ditemukan infeksi Mycoplasmapneumoniae.

Di negara maju, pneumonia pada anak terutama disebabkan oleh virus,disamping bakteri, atau campuran bakteri dan virus. Virus yang terbanyak ditemukanadalah Respiratory Syncytial virus (RSV), Rhinovirus, dan virus parainfluenza.Bakteri yang terbanyak adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophillus influenzaetipe B, dan Mycoplasma pneumoniae. Kelompok anak berusia 2 tahun ke atasmempunyai etiologi infeksi bakteri yang lebih banyak daripada anak berusia di bawah2 tahun.

2.3 Faktor Agent
Pneumonia sebagian besar disebabkan oleh virus, disamping bakteri, atau campuran bakteri dan virus. Virus yang banyak ditemukan adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophillusinfluenzaetipe B danStaphylococcus aureus,sedangkan pada anak yang lebih besar dan remaja, selain bakteri tersebut, sering juga ditemukan infeksi Mycoplasmapneumoniae.Sebagian kecil disebabkan oleh hal lain (aspirasi, radiasi,dll). Secaraklinis sulit membedakan pneumonia bakterial dan pneumonia viral. Demikian jugadengan pemeriksaan radiologis dan laboratorium, biasanya tidak dapat menentukanetiologi.

2.4 Faktor Host
Usia pasien merupakan faktor yang memegang peranan penting padaperbedaan dan kekhasan pneumonia anak, terutama dalam spektrum etiologi,gambaran klinis dan strategi pengobatan. Kelompok anak berusia 2 tahun ke atasmempunyai etiologi infeksi bakteri yang lebih banyak daripada anak berusia di bawah2 tahun.
Beberapa orang yang rentan (mudah terkena) pneumonia adalah:
1)    Peminum alkohol
2)    Perokok
3)    Penderita diabetes
4)    Penderita gagal jantung
5)    Penderita penyakit paru obstruktif menahun
6)    Gangguan sistem kekebalan karena obat tertentu (penderita kanker, penerima organ cangkokan)
7)    Gangguan sistem kekebalan karena penyakit (penderita AIDS).

2.5 Faktor Environment
Faktor lingkungan juga harus diperhatikan. "Anak harus dijauhkan dari paparan asap rokok, asap dapur, dan polusi udara,". Rumah harus diberi ventilasi yang baik, kebersihannya dijaga, dan jangan batuk atau bersin sembarangan. Pasalnya, penularan pneumonia rentan melalui percikan batuk atau bersin. Sebaiknya menutup mulut saat batuk atau bersin, mencuci tangan setelah batuk/bersin, dan menggunakan masker pelindung.Penggunaan genting yang tidak terbuat dari kaca, tidak adanya penyekat antara dapur dengan ruangan lainnya. Lingkungan yang tidak bersih dan  tidak sehat juga berpengaruh terhadap pneumonia. Keberadaan rumah yang ada di tengah kota  maupun dekat dengan pabrik sehingga terpapar oleh banyaknya polusi udara dan limbah pabrik yang tercemar.

Pneumonia dikelompokkan berdasarkan sejumlah sistem yang berlainan. Salah satu diantaranya adalah berdasarkan cara diperolehnya, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu "community-acquired" (diperoleh diluar institusi kesehatan) dan "hospital-acquired" (diperoleh di rumah sakit atau sarana kesehatan lainnya).
 Pneumonia yang didapat diluar institusi kesehatan paling sering disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae.

Pneumonia yang didapat di rumah sakit cenderung bersifat lebih serius karena pada saat menjalani perawatan di rumah sakit, sistem pertahanan tubuh penderita untuk melawan infeksi seringkali terganggu. Selain itu, kemungkinannya terjadinya infeksi oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik adalah lebih besar.

2.6  Port of Entry and Exit
Adapun cara mikroorganisme itu sampai ke paru-paru bisa melalui:
·         Inhalasi (penghirupan) mikroorganisme dari udara yang tercemar.
·         Aliran darah, dari infeksi di organ tubuh yang lain.
·         Migrasi (perpindahan) organisme langsung dari infeksi di dekat paru-paru.

Penularan pneumonia rentan melalui percikan batuk atau bersin. Sebaiknya menutup mulut saat batuk atau bersin, mencuci tangan setelah batuk/bersin, dan menggunakan masker pelindung.

2.7 Transmisi
Penularan penyakit pneumonia ini melalui udara yang tercemar, aliran darah dari infeksi di organ tubuh yang lain, migrasi (perpindahan) organisme langsung dari infeksi di dekat paru-paru.

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Pencegahan
Menurut Theresia (2009), Pencegahan Pneumonia dapat dilakukan dengan cara hidup bersih dan sehat dan memberikan nutrisi yang baik pada balita. Disamping itu, perlu diberikan vaksin pneumokokus pada bayi dan anak sedini mungkin.

Menurut Raymondnelson dan bambang (2009), Pencegahan pneumonia dapat dilakukan dengan cara :
·         Memberikan vaksinasi pneumokokus atau sering juga disebut sebagai vaksin IPD.
·         Memberikan imunisasi pada anak sesuai waktunya.
·         Menjaga keseimbangan nutrisi anak.
·         Menjaga daya tahan tubuh anak dengan cara cukup istirahat dan juga banyak olahraga.
·         Mengusahakan agar ruangan tempat tinggal mempunyai udara yang bersih dan ventilasi yang cukup.

3.2 Pemberantasan
Penanggulangan penyakit Pnemonia menjadi fokus kegiatan program P2ISPA (Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Program ini mengupayakan agar istilah Pnemonia lebih dikenal masyarakat, sehingga memudahkan kegiatan penyuluhan dan penyebaran informasi tentang penanggulangan Pnemonia.

Program P2ISPA mengklasifikasikan penderita kedalam 2 kelompok usia:
1)    Usia dibawah 2 bulan (Pnemonia Berat dan Bukan Pnemonia)
2)    Usia 2 bulan sampai kurang dari 5 tahun (2 bulan – Pnemonia, Pnemonia Berat dan Bukan Pnemonia )

Klasifikasi Bukan-pnemonia mencakup kelompok balita penderita batuk yang tidak menunjukkan gejala peningkatan frekuensi nafas dan tidak menunjukkan adanya penarikan dinding dada bagian bawah ke dalam. Penyakit ISPA diluar pnemonia ini antara lain: batuk-pilek biasa (common cold), pharyngitis, tonsilitis dan otitis. Pharyngitis, tonsilitis dan otitis, tidak termasuk penyakit yang tercakup dalam program ini.

3.3 Penatalaksanaan
A. Beri antibiotic oral sesuai indikasi
Untuk semua klasifikasi yang membutuhkan antibiotic yang sesuai.
Antibiotic pilihan pertama: kotrimoksazol (trimetoprim+sulfametoksazol).
Antibiotic pilihan kedua: amoksilinUmur atau berat badan kotrimoksazolberi 2 kali sehari selama 5 hari. Amoksisilin Beri 3 kali sehari selama 5 hari.
Tablet dewasa
·         480 mg Tablet anak
·         120 mg Sirup/ 5 ml
·         240 mg Sirup 125 mg/5 ml

2 ± 4 bulan
·         (umur: 4 bulan  ± BB < 6 kg) ¼ 1 2,5 ml 2,5 ml

4 ± 12 bulan
·         (umur : 6 bulan ± BB< 10 kg) ½ 2 5 ml 5 ml

12 bulan ± 5 tahun
·         (umur : 10 ± BB < 19 kg) ¾ atau 1 3 7,5 ml 10 ml

B. Beri antibiotic intramuscular
Untuk anak yang harus segera dirujuk tetapi tidak dapat menelan obat oral, beri dosis (IM)kloramfenikol dan atau ampisilin dan rujuk segera. Jika rujukan tidak memungkinkan ulangisuntikan kloramfenikol setiap 12 jam selama 5 hari dan atau ampisilin setiap 6 ham selama 5hari. Kemudian ganti dengan antibiotic yang sesuai, untuk melengkapi 10 hari pengobatan.

Umur atau berat badan Kloramfenikol
Dosis 40 mg per kg BB.Tambahkan 5,0 ml aquadestSehingga menjadi1000 mg = 5,6 mlatau 180 mg/ml

Ampisilin
Dosis 20 mg per Kg BB Tambahkan 5,0 ml aquadest Dalam 1 vial 1000 mg Sehingga menjadi1000 mg = 5,6 ml Atau 180 mg/ml.
1 ± 4 bulan (4-< 6 kg) 1.0 ml = 180 mg 0.5 cc = 90 mg
4 ± 9 bulan (6-< 8 kg) 1.5 ml = 270 mg 0.8 cc = 145 mg
9 ± 12 bulan (8-<10 1="" 2="" cc="180" kg="" mg="" ml="360" span="">
12 ± 3 tahun (10-< 14 kg) 2.5 ml = 450 mg 1.3 cc = 225 mg
3 ± 5 tahun (14-< 19 kg) 3.5 ml = 630 mg 1.8 cc = 315 mg

C. Nasehat untuk ibu tentang cara perawatan dirumah (untuk anak 2 bulan ± > 5 tahun)
a. Pemberian makanan:
·         Berilah makanan secukupnya selama anak sakit
·         Tambahlan jumlah makanan setelah sembuh
·         Bersihkan hidung agar tidak mengganggu peberian makanan
           
b. Pemberian cairan:
·         Berilah minuman lebih banyak
·         Tingkatkan pemberian asi

c. Pemberian obat pereda batuk
·         Berikan ramuan yang aman dan sederhana

d. Pada anak bukan pneumonia perhatikan apabila timbul tanda pneumonia, bawalah kembalikepada petugas kesehatan, bila:
·         Napas menjadi sesak
·         Napas menjadi cepat
·         Anak tidak mampu minum
·         Sakit lebih parah

D. Pengobatan demam
a. Demam tinggi lebih dari 38.50C
·         Berilah parasetamol
·         Nasehati ibu agar memberi cairan lebih banyak
·         Dosis parasetamol: tablet 500 mg pemberian tiap 6 jam selama 2 hari Umur anak Dosis2 bulan ± < 6 bulan,6 bulan ± < 3 tahun, 3 tahun ± < 5 tahun 1/8 tablet,¼ tablet, ½ tablet


BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Pneumonia adalah radang parenkim paru-paru atau infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru. Pneumonia disebabkan oleh bakteri, virus, mycoplasma pneumonia, jamur, aspirasi, pneumonia hypostatic, dan sindrom weffer.

Gejala penyakit ini berupa nafas cepat dan nafas sesak, karena paru meradang secara mendadak.Pneumonia sering terjadi pada anak usia 2 bulan – 5 tahun, pada usia dibawah 2 bulan pneumonia berat ditandai dengan frekuensi pernafasan sebanyak 60 kali/menit juga disertai penarikan kuat pada dinding dada sebelah bawah kedalam.

Pencegahan pneumonia dapat dilakukan dengan cara :
·         Memberikan vaksinasi pneumokokus atau sering juga disebut sebagai vaksin IPD.
·         Memberikan imunisasi pada anak sesuai waktunya.
·         Menjaga keseimbangan nutrisi anak.
·         Menjaga daya tahan tubuh anak dengan cara cukup istirahat dan juga banyak olahraga.
·         Mengusahakan agar ruangan tempat tinggal mempunyai udara yang bersih dan ventilasi yang cukup.

4.2 Saran
Seorang bidan maupun tenaga kesehatan yang lain harus mampu mengenali gejala dan tanda dari pneumonia agar bisa mencegah dan memberikan pengobatan terhadap penyakit tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

·         Mansjoer, Arif . 2000. Jilid 2 Edisi 3. “Kapita Selekta Kedokteran” Jakarta :  Media Aesculapius FKUI
·         Depkes, 2006, Cakupan PHBS http://www.Depkes.co.id
·         Raymondnelson.2009.Waspadapneumonia.http://pencegahan.pneumonia.com/ read/2009.htm
·         Theresia. 2009. Jangan Anggap Enteng Pneumonia. http://kesehatan.kompas. com/read/2009/09/12/13191250/Jangan.Anggap.Enteng.Pneumonia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar