PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Minggu, 07 April 2013

SEKILAS TENTANG VARICELLA (CACAR AIR)

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG VARICELLA (CACAR AIR)

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Cacar Air adalah jenis penyakit yang dahulu kala sering disebut dengan penyakit kutukan dari sang Penguasa alam sudah banyak cerita tentang penguasa dunia yang terkena penyakit ini, sebut saja, Alexander Agung yang wilayah kekuasaanya meliputi eropa, afrika, dan asia, terkena penyakit kutukan ini, saat akan melaksanakan misi penaklukan ke india, dan sang penguasa pun takluk pada serangan virus ini, ada juga kisah  Raja Abraha dalam kisah Al-Qur’an di siratkan tentang burung ababil yang melemparkan batu panas dari neraka, yang sebenarnya adalah virus Varicella zoster yang berterbangan dengan perantara burung ababil  dari udara dan seluruh  Pasukan takluk oleh serangan virus ini pada  saat menyerang ka’bah.

Serta masih banyak cerita-cerita para penguasa dunia lainnya ada juga  Raja Yerusalem juga terkena serangan virus ini di saat pertama kali perang salib di mulai melawan kerajaan turki ottoman yang di pimpin oleh Sultan Saladin.

2. Tujuan
1.    Mengetahui definisi dari varicela
2.    Mengetahui penyebab dari varicela
3.    Mengetahui upaya penanggulangan penyakit varicela

        
BAB II PEMBAHASAN
1. FAKTOR AGENT
June M. Thomson mendefinisikan varisela sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus varisela-zoster (V-Z virus) yang sangat menular bersifat akut yang umumnya menganai anak, yang ditandai oleh demam yang mendadak, malese, dan erupsi kulit berupa makulopapular untuk beberapa jam yang kemudian berubah menjadi vesikel selama 3-4 hari dan dapat meninggalkan keropeng (Thomson, 1986, p. 1483).

Sedangkan menurut Adhi Djuanda varisela yang mempunyai sinonim cacar air atau chickenpox adalah infeksi akut primer oleh virus varisela-zoster yang menyerang kulit dan mukosa yang secara klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorfi terutama dibagian sentral tubuh (Djuanda, 1993).

Klasifikasi Varicella Zoster
Varicella zoster diklasifikasikan sebagai berikut:
Family             : Herpesviridae
Sub family       : Alphaherpesvirinae
Genus              : Varicellovirus
Species            : Varicella zoster

2. FAKTOR ENVIRONMENT
Tersebar kosmopolit, menyerang terutama anak-anak tetapi dapat juga menyerang orang dewasa. Tranmisi penyakit ini secara aerogen. Masa penularan lebih kurang 7 hati dihitung dari timbulnya gejala kulit.

3. FAKTOR OF ENTRY AND EXIT
 Penyebarannya terutama didaerah badan dan kemudian menyebar secara sentrifugal ke muka dan ekstremitas, serta dapat menyerang selaput lendir mata, mulut dan saluran nafas bagian atas. Jika terdapat infeksi sekunder terjadi pembesaran kelenjar getah bening regional (lymphadenopathy regional). Penyakit ini biasanya disertai rasa gatal.

4. FAKTOR HOST
Masa inkubasi penyakit ini berlangsung 14-21 hari. Gejala klinis mulai dari gejala prodromal, yakni demam yang tidak terlalu tinggi, malese dan nyeri kepala, kemudian disusul timbulnya erupsi kulit berupa papul eritematosa yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel. Bentuk vesikel khas berupa tetesan embun (tear drops). Vesikel akan berubah menjadi pustul dan kemudian menjadi krusta. Sementara proses ini berlangsung timbul lagi vesikel-vesikel yang baru sehingga menimbulkan gambaran polimorfi.

5. TRANMISI
Virus varicella zoster menyebar melalui udara. Orang dengan daya tahan tubuh rendah dapat terserang virus ini. Penularan dapat muncul sejak 48 jam sebelum ruam pertama muncul hingga 5 hari setelahnya. Setelah tertular, biasanya dibutuhkan waktusekiter 10-21 hari gejala pertama muncul. Jangka waktu ini dikenal sebagai masa inkubasi. Cacar air ditularkan melalui udara prnapasan, kontak langsung dengan cairan ruam, dan kontak dengan cairan yang tekena cairan ruam, seperti handuk, seprei, atau selimut.

Pembantu Diagnosis
Dapat dilakukan percobaan Tzanck dengan cara membuat sediaan hapus yang diwarnai dengan Giemsa. Bahan diambil dari kerokan dasar vesikel dan akan didapati sel datia berinti banyak (multinukleated).

Diagnosis Banding
Harus dibedakan dengan variola, penyakit ini lebih berat, memberi gambaran monomorf, dan penyebarannya dimulai dari bagian akral tubuh yakni telapak tangan dan telapak kaki. 

6. PENATALAKSANAAN
Pengobatan bersifat simtomatik dengan antipiretik dan analgesik, untuk menghilangkan rasa gatal dapat diberikan sedativ. Secara lokal diberikan bedak yang ditambah dengan zat anti gatal (antipruritus) seperti menthol, kamfor dll, untuk mencegah pecahnya vesikel secara dini serta menghilangkan rasa gatal. Jika timbul infeksi sekunder dapat diberikan antibiotika berupa salep dan oral. Dapat pula diberikan obat-obat anti virus seperti asiklovir dengan dosisi 5 x 400 mg sehari selama 7 hari dengan hasil yang cukup baik. Selain itu dapat pula diberikan imunotimulator seperti isoprinosin. Satu tablet 500 mg. Dosisnya 50 mg/kg berat badan sehari, dengan dosisi maksimum 3000 mg sehari. Umumnya dosis untuk orang dewasa 6 x 1 tablet atau 4 x 1 tablet sehari. Lama pengobatan sampai penyakit membaik. Obat ini diberikan jika lama penyakitnya telah lebih 3 hari.

7. PROGNOSIS
Dengan perawatan yang teliti dan senantiasa memperhatikan kebersihan (hygiene) diri dan lingkungan memberikan prognosis yang baik dan kemungkinan terbentuknya jaringan parut hanya sedikit, kecuali jika klien melakukan garukan/tindakan lain yang menyebabkan kerusakan kulit lebih dalam.

8. PENGKAJIAN
1.    Gejala subyektif berupa keluhan nyeri kepala, anorexia dan malese.
2.    Pada kulit dan membran mukosa: Lesi dalam berbagai tahap perkembangannya: mulai dari makula eritematosa yang muncul selama 4-5 hari kemudian berkembang dengan cepat menjadi vesikel dan krusta yang dimulai pada badan dan menyebar secara sentrifubal kemuka dan ekstremitas. Lesi dapat pula terjadi pada mukosa, palatum dan konjunctiva.
3.    Suhu: dapat terjadi demam antara 38°-39° C

Diagnosa dan Intervensi Keperawatan
Aktual atau potensial gangguan integritas kulit
1.    Anjurkan mandi secara teratur
2.    Hindari menggaruk lesi
3.    Gunakan pakaian yang halus/lembut

Gangguan rasa nyaman : nyeri
1.    Gunakan analgetik dan bedak antipruritus.
2.    Pertahankan suhu ruangan tetap sejuk dengan kelembaban yang adekuat.

Potensial penularan infeksi: Lakukan isolasi (strict isolation):
Prosedur strict isolation :
1.    Ruangan tersendiri; pintu harus selalu tertutup. Klien yang terinfeksi karena organisme yang sama dapat ditempatkan dalam ruangan yang sama.
2.    Gunakan masker, pakaian khusus, dan sarung tangan bagi semua orang yang masuk kedalam ruangan.
3.    Selalu cuci tangan setelah menyentuh klien atau benda-benda yang kemungkinan terkontaminasi serta sebelum memberikan tindakan kepada klien lain.
4.    Semua benda-benda yang terkontaminasi dibuang atau dimasukan kedalam tempat khusus dan diberi label sebelum dilakukan dekontaminasi atau diproses ulang kembali

Kurang pengetahuan
1.    Ajarkan pada orang tua dalam melakukan perawatan terhadap anaknya di ruamah tentang hal-hal di atas.
2.    Jelaskan bahwa demam dapat diatasi dengan melakukan tepid sponge bath.
3.    Jelaskan bahwa penggunaan medikasi harus sesuai dengan petunjuk dokter

9. Evaluasi
Fungsi kulit dan membran mukosa baik dengan parut minimal.
1.    Krusta berkurang
2.    Suhu kulit, kelembaban dan warna kulit serta membran mukosa normal alami
3.    Tidak terjadi komplikasi dan infeksi sekunder
4.    Tidak terdapat kelainan neurologik
5.    Tidak terjadi kelainan respiratorik.
6.    Suhu tubuh normal.

VARICELLA ZOSTER
Cacar air adalah salah satu penyakit yang umum ditemui pada anak-anak. 90% kasus cacar air dialami oleh anak-anak yang berusia kurang dari 10 tahun, dan lebih dari 90% orang telah mengalami penyakit cacar air pada usia 15 tahun. Penyakit cacar air ini disebabkan oleh infeksi primer dari virus varicella zoster, namun setelah sembuh, virus ini tidak benar-benar hilang dari tubuh. Virus ini akan menetap di bagian saraf tertentu dan nantinya akan menyebabkan herpes zoster atau cacar ular. Herpes zoster hanya terjadi sekali seumur hidup dan pada usia di atas 60 tahun.

MORFOLOGI
Pembungkus berasal dari selaput inti sel yang terinfeksi. Pembungkus ini mengandung DNA, lipid, karbohidrat, dan protein, dan dapat menghilangkan eter. Berbentuk bulat.
Varicella zoster merupakan kelompok virus herpes, yang berukuran 140-200 μ, berinti DNA.

GEJALA
Gejalanya mulai timbul 10-21 hari setelah terinfeksi. Pada anak-anak yang usianya berkisar 10 tahun gejala pertamanya adalah sakit kepala, demam sedang, dan rasa tidak enak di badan.Gejala tersebut tidak ditemukan pada anak-anak di bawah usia 10 tahun dan akan menjadi gejala yang berat jika menyerang anak yang lebih dewasa,24-36 jam pertama setelah timbulnya gejala awal, muncul ruam di badan dan kemudian tersebar ke wajah, tangan, dan kaki.

Selain itu ruam juga akan muncul di selaput mukosa seperti di bagian dalam mulut atau vagina. Ruam yang awalnya berbentuk bintik-bintik merah datar (makula), akan menjadi bintik-bintik menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi cairan (vesikel), yang terasa gatal, dan pada akhirnya mengering. Proses ini memakan waktu 6-8 jam, selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan baru.

Pada hari kelima biasanya tidak terbentuk lepuhan baru, seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam, dan akan menghilang dalam waktu kurang dari 20 hari Penularan.

10. PENGOBATAN
Pengobatan di rumah pada cacar air ditujukan untuk meringankan gejala, yang dapat dilakukan dengan:
1.    Istirahat secukupnya
2.    Mandi dengan air hangat atau air dingin setiap 3-4 jam pada hari-hari pertama untuk mengurangi rasa gatal
3.    Pemberian calamine lotion untuk mengurangi rasa gatal
4.    Dapat diberikan bedak basah atau bedak kering yang mengandung salisil 2% atau mentol 1-2%
5.    Bagi anak kecil, dianjurkan untuk memakai sarung tangan untuk mencegah menggaruk ruam-ruam
6.    Makan makanan yang lembut dan berikan minum air dingin jika terdapat ruam di dalam mulut.
7.    Hindari makanan dan minuman yang terlalu asam, seperti jus jeruk, dan hindari juga garam
8.    Kulit dicuci sebersih mungkin dengan sabun
9.    Menjaga kebersihan tangan
10. Kuku dipotong pendek
11. Baju harus kering dan bersih

Sedangkan untuk pengobatan medis dapat dilakukan dengan menggunakan:
1.    Paracetamol untuk menurunkan demam, atau asetaminofen
2.    Antibiotik, jika ada infeksi bakteri
3.    Obat anti-virus asiklovir, jika kasusnya terlalu berat (diberikan pada anak berusia lebih dari 2 tahun atau remaja karena pada remaja, penyaakit ini lebih berat)
4.    Obat anti-virus vidarabin

PENCEGAHAN
Cacar air dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi diberikan pada kelompok-kelompok berikut:
1.    Anak-anak dengan usia 12-18 bulan yang belum pernah mengalami cacar air diberikan satu dosis vaksin
2.    Anak-anak dengan usia 19 bulan hingga 13 tahun yang belum pernah mengalami cacar air diberikan satu dosis vaksin
3.    Orang dewasa yang belum pernah mengalami cacar air dan bekerja atau tinggal di lingkungan yang sangat mudah terjangkit cacar air
4.    Wanita reproduktif yang belum pernah mengalami cacar air dan tidak dalam kondisi sedang hamil
5.    Orang dewasa dan remaja yang belum pernah mengalami cacar air dan tinggal dengan anak-anak
6.    Orang yang hendak bepergian ke luar negeri dan belum pernah mengalami cacar air

Voricella Zoster Immunoglobulin (VZIG) adalah zat kekebalan terhadap virus penyebab cacar air. VZIG hanya diberikan pada kelompok-kelompok tertentu:
1.    Orang dengan sistem kekebalan rendah
2.    Wanita hamil yang terpapar kasus cacar air dan belum pernah terkena cacar air sebelumnya
3.    Bayi dibawah usia 28 hari yang lahir dari usia kahamilan kurang dari 28 minggu atau berat lahirnya kurang dari 1000 gram
4.    Bayi dibawah usia 28 hari yang ibunya terpapar kasus cacar air atau yang mengalami cacar air antara 7 hari sebelum persalinan hingga 7 hari setelah persalinan


BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan
Cacar air (Varicela) adalah Penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus Varicela zoster,ditandai oleh erupsi yang khas pada kulit , dapat dicegah dengan pemberian Zoster Imun Globulin (ZIG) atau dengan Varicela Globulin (VIZIG) . Pemberian vaksin ini dapat dilakukan dengan 3 tahap, untuk hasil kekebalan yang sempurna.


DAFTAR PUSTAKA
1.    Adhi, Djuanda .1993. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin, Edisi Kedua. FK Universitas Indonesia:Jakarta
2.    June M. Thomson, et. al. 1986. Clinical Nursing Practice, The C.V. Mosby Company, Toronto.
3.    Lorden.blospot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar