PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Rabu, 08 Mei 2013

SEKILAS TENTANG KANDIDIASIS VAGINALIS

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG KANDIDIASIS VAGINALIS

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Kandidiasis Vaginalis adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur,yang terjadi di sekitar vagina.Umumnya menyerang orang-orang yang imunnya lemah.Kandidiasis dapat menyerang wanita disegala usia,terutama usia pubertas.Keparahannya berbeda antara satu wanita dengan wanita lain dan dari waktu ke waktu pada wanita yang sama.

Kandidiasis disebabkan oleh infeksi dengan kandida albikans,suatu jenis jamur gram positif yang mempunyai benang-benang pseudomiselia yang terbagi-bagi dalam kelompok blastospores.Jamur ini tumbuh baik dalam suasana asam (Ph 5.0-6.5) yang mengandung glikogen.Ia dapat ditemukan dalam mulut,daerah perianal dan vagina tanpa menimbulkan gejala.Ia dapat tumbuh dengan cepat  dan menyebabkan vaginitis pada wanita hamil,wanita yang minum pil kontrasepsi hormonal,wanita yang diberi terapi antibiotika berspektrum luas,wanita dengan diabetes,danwanita dengan kesehatan yang mundur.

Vulvovaginalis karena infeksi dengan kandida albikans menyebabkan leukorea berwarna keputih-putihan dan perasaan yang sangat gatal.Pada pemeriksaan ditemukan radang vulva dan vagina,pada dinding sering juga terdapat membran-membran kecil berwarna putih,yang jika diangkat meninggalkan bekas yang agak berdarah.

1.2.Tujuan
1)    Mendeskripsikan tentang pencegahan kandidiasis vaginalis.
2)    Mendeskripsikan tentang pemberantasaan  kandidiasis vaginalis.
3)    Mendeskripsikan tentang penataksanaan kandidiasis vaginalis.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.Faktor Agent
Faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit kandidiasis vaginalis adalah faktor biologis yang disebabkan oleh infeksi dengan kandida albican,suatu jenis jamur gram positif yang mempunyai benang-benang pseudomiselia yang terbagi-bagi dalam kelompok blastospores.

2.2.Faktor Host
Faktor yang melekat pada host dari penyakit kadidiasis vaginalis adalah faktor jenis kelamin karena menyerang vagina akibat dari adanya perubahan pH pada vagina,selain itu faktor imunologis juga berpengaruh karena jika imun kita lemah maka dapat dengan mudah terserang penyakit kandidiasis vaginalis.

2.3.Faktor Environment
Faktor lingkungan yang mempengaruhi host dan agent dari penyakit kandidiasis vaginalis adalah faktor sosial karena lingkungan di sekitar rumah penderita kurang di jaga kebersihannya,sehingga mengakibatkan agent dari penyakit kandidiasis vaginalis yaitu suatu jenis jamur (kandida albican) dapat tumbuh dan menyebar dengan cepat di vagina penderita,selain itu faktor fisik terutama iklim juga mempengaruhi host dan agent karena jika pada musim kemarau akan terjadi panas maka mengakibatkan kelembapan sehingga respirasi meninggkat.

2.4.Port Of Entry And Exit
Pintu masuknya agent ke dalam host pada penyakit kandidiasis vaginalis adalah vagina, sedangkan pintu keluarnya agent dari host adalah vagina.

2.5.TRANSMISI
Penyebaran dari penyakit kandidiasis vaginalis melalui jamur air, hubungan kelamin

BAB III PEMBAHASAN

3.1.PENCEGAHAN
Penyakit kandidiasis vaginalis dapat di cegah dengan cara tetap menjaga kebersihan di sekitar daerah vagina kita selain itu memperkuat sistem kekebalan tubuh karena merupakan salah catu cara untuk mencegah meningkatnya jangkitan dari kandidiasis vaginalis.

3.2.PEMBERANTASAN
Penyakit kandidiasis dapat di berantas dengan cara menutup pintu masuk dan keluarnya agent ke dalam host denngan cara selalu menjaga kebersihan daerah disekitar vagina,misalnya apabila kita setelah buang air kecil selalu mambersihkan dengan air mengalir kemudian di keringkan dengan handuk bersih atau tissu supnya kelembapan vagina tetap terjaga,sehingga transmisinya pun dapat terputus dengan sendirinya.

3.3.PENATALAKSANAAN
Terapi yang kita berikan pada penderita penyakit kandidiasis vaginalis antara lain:
1)    Instatin yang berupa salep,cream,dan emulsi
2)    Grup Azol : micinazol 2% yang berupa bedak atau cream,krotimazol 1% berupa bedak, larutan dan cream, tiokonazol, bufonazol, izokonazol, siklopiroksolamin 1% larutan, cream, antimikotin yang  lain yang berspektrum luas.
3)    Untuk kandidiasis vaginalis dapat diberikan kontrimazol 500mg pervaginam dosis tunggal,sistemik diberikan ketokonazol 2x200 mg selama 5 hari atau dengan intrakonazol 2x200 mg dosis tunggal atau flukonazol 150 mg dosis tumggal.
4)    Intrakonazol: bila dipakai untuk kandidiasis vulvovaginalis dosis orang dewasa 2x100mg sehari, selama 3 hari.

BAB IV PENUTUP

4.1.Kesimpulan
Kandidiasis vaginalis merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur candida albicans yang, menyerang daerah vagina dengan gejala gatal atau iritasi pada daerah vagina dan bisa disertai pengeluaran secret.

4.2.Saran
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca yang bersifat membangun guna perbaikan makalah ini di masa mendatang.

DAFTAR PUSTAKA

1.            Sarwono. 1997. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar