PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Rabu, 08 Mei 2013

SEKILAS TENTANG FLU BURUNG

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG FLU BURUNG

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar masyarakat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan ekonomi, serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

Pembangunan kesehatan dihadapkan pada berbagai permasalahan penting antara lain disparitas status kesehatan; beban ganda penyakit; kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan; pelindungan masyarakat di bidang obat dan makanan; serta perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa masalah penting lainnya yang perlu ditangani segera adalah peningkatan akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan, penanganan masalah gizi buruk, penanggulangan wabah penyakit menular, pelayanan kesehatan di daerah bencana, dan pemenuhan jumlah dan penyebaran tenaga kesehatan.

Langkah-langkah yang telah ditempuh adalah peningkatan akses kesehatan terutama bagi penduduk miskin melalui pelayanan kesehatan gratis; peningkatan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular seperti penyakit flu burung

1.2 Tujuan
Untuk mengetahui dan memahami upaya-upaya penanggulangan dan pencegahan terhadap dua  penyakit yang berasal dari lingkungan sekitar yaitu flu burung dan penyakit demam berdarah Untuk memberikan pemahaman upaya kesehatan masyarakat dalam rangka mengurangi presentase angka kematian bayi danibu melahirkan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi
Penyakit flu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian Influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas. Sejarah dunia telah mencatat tiga pandemi besar yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Pandemi pertama terjadi pada tahun 1918 berupa flu Spanyol yang disebabkan oleh subtipe H1N1 dan memakan korban meninggal 40 juta orang. Pandemi ini sebagian besar terjadi di Eropa dan Amerika Serikat. Pandemi kedua terjadi pada tahun 1958 berupa flu Asia yang disebabkan oleh H2N2 dengan korban 4juta jiwa. Pandemi terakhir terjadi pada tahun 1968 berupa flu Hongkong yang disebabkan oleh H3N2 dengan korban 1 juta jiwa.

Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A. Virus influenza termasuk famili Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift, Shift), dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Berdasarkan sub tipenya terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N). Kedua huruf ini digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya.

a. Faktor agen:  Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A. Virus influenza termasuk famili Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift, Shift), dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi

b. Factor host:  Sebagian besar penderita gejala AI (H5N1) pada dasarnya sama dengan influenza lainnya awal demam lebih 38° C dan gejala saluran napas bawah. Diare,muntah-muntah, nyeri perut, nyeri dada dan perdarahan dari hidung dan gusi pada beberapa penderita.

c. Faktor environment:  ayam yang terinfeksi flu burung.

d. Port of entry and exit:  saluran nafas
     
BAB III     PEMBAHASAN

3.1 Cara Pencegahan
a. Pada Unggas:
Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung Vaksinasi pada unggas yang sehat

b. Pada Manusia:
Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang) Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung.Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja).Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.
Membersihkan kotoran unggas setiap hari.

c. Masyarakat umum
1)    Memilih daging yang baik dan segar.
2)    Memasak daging ayam minimal 80 ̊C selama 1 menit dan telur minimal 64 ̊ C selama 5 menit (atau sampai air atau kuahnya mendidih cukup lama).
3)    Menjaga kesehatan dan ketahanan umum tubuh dengan makan, olahraga, dan istirahat yang cukup.
4)    Segera ke dokter/puskesmas/rumah sakit bagi masyarakat yang mengalami gejala-gejala di atas.

3.2 PEMBERANTASAN
Orang yang kontak dengan unggas (misalnya peternak ayam) harus menggunakan masker, baju khusus, kaca mata renang. Membatasi lalu lintas orang yang masuk ke peternakan. Mendisinfeksi orang dan kendaraan yang masuk ke peternakan. Mendisinfeksi peralatan peternakan. Mengisolasi kandang dan kotoran dari lokasi peternakan.
3.3 PENGOBATAN / PENATALAKSANAAN
Seseorang yang terkena flu harus istirahat dan tidur yang cukup dan banyak minum. Obat demam dan sirup obat batuk berguna untuk meringankan gejala. Apabila tidak ada infeksi karena bakteri, obat antibiotika jangan dipakai. Pasien juga perlu menjaga kebersihan diri dan sering cuci tangan untuk menghindari penyebaran virus dari tangan yang kena virus sewaktu menyentuh hidung atau mulut. Aspirin tidak boleh digunakan untuk anak-anak, karena dapat mengakibatkan sindrom Reye. Penderita yang memiliki kekebalan melawan penyakit yank rendah atau apabila terjadi tanda-tanda memburuknya kondisi badan, perlu segara meminta nasehat dokter.Flu burung H5N1 pada umumnya lebih menyengsarakan daripada flu biasa, dan seringkali memerlukan perawatan di rumah sakit. Penderita harus berkonsultasi ke dokter sesegara mungkin. Berberapa obat anti virus mungkin efektif untuk pengobatan penyakit itu.

BAB IV P E N U T U P

4.1 KESIMPULAN
Flu burung merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe A (AI). Penyakit ini menyerang unggas dan manusia. Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa mematikan. Gejala utamanya mirip dengan flu biasa namun lebih ekstrim, misalnya suhu tubuh yang terlalu tinggi dan sebagainya. Pengobatan penyakit ini bisa dilakukan dengan perawatan intensif di rumah sakit dan dengan pemberian tamiflu. Untuk pencegahannya bisa dilakukan dengan enjaga kebersihan lingkungan, pengolahan unggas sampai benar-benar matang dan dengan vaksinasi pada unggas

Upaya menurunkan kematian ibu merupakan masalah kompleks yang melibatkan berbagai aspek dan disiplin ilmu termasuk faktor sosial ekonomi dan budaya masyarakat sebagai mata rantai yang berkaitan. Sehingga, selain komitmen politik pemerintah sebagai pengambil keputusan yang akan menentukan arah dan prioritas pelayanan kesehatan, juga diperlukan partisipasi masing-masing individu dalam upaya pencegahan.

4.2 SARAN
Tidak ada intervensi tunggal yang mampu menyelesaikan masalah kematian ibu. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk mengatasi hal ini melalui Strategi Menyelamatkan Persalinan Sehat, meskipun dalam pelaksanaannya masih menemui beberapa kendala, perlu untuk didukung. Kesehatan ibu adalah hal yang vital bagi keberlangsungan hidup manusia dan hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memelihara dan meningkatkannya. Untuk masyarakat umum diharapkan bisa memperhatikan lingkungaan hidup di sekitarnya supaya tetap sehat dan terbebas dari infeksi flu burung.
Semua yang terlibat (peternak, pedagang, masyarakt umum, pemerintah) mampu bekerjasama dalam pencegahan penyebaran penyakit ini.Bagi pemerintah hendaknya menyosialisasikan hal-hal yang berhubungan dengan penyakit ini kepada masyarakat

DAFTAR PUSTAKA

1)    Santoso, M., Salim, H., Alim, H., Avian influenza (flu burung). 2005: Jakarta, Cermin dunia Kedokteran.
2)    Anorital,Epidemiologi avian influenza Denpasar, Desember 2005. Kumpulan makalah pelatihan penanganan sampel flu burung (avian influeza).
3)    Fadhilah, Siti. pencegahan flu burung . Retrived 18 maret 2010 from:http://www.madina.on line.go.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar