PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 02 Mei 2013

SEKILAS TENTANG KOTRASEPSI

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG KOTRASEPSI

1. Pengertian
Kontrasepsi ialah upaya mencegah kehamilan yang bersifat sementara ataupun menetap. Kontrasepsi dapat dilakukan tanpa menggunakan alat, secara mekanis, menggunakan obat/alat, atau dengan operasi (Mansjoer, 2009 : 350).

Kontrasepsi ialah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha-usaha itu dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen (Wiknjosastro, 2005 : 534).

Kontrasepsi atau anti konsepsi (conception control) adalah cara untuk mencegah terjadinya konsepsi dengan menggunakan alat atau obat-obatan (Mochtar, 2002)

2. Prinsip Kerja Kontrasepsi
Prinsip kerja kontrasepsi adalah meniadakan pertemuan sel telur dan sel sperma. Ada tiga cara untuk mencapai tujuan ini, baik yang bekerja sendiri maupun yang bersamaan. Pertama adalah menekan keluarnya sel telur (ovulasi), kedua menahan masuknya sperma ke dalam saluran kelamin wanita sampai mencapai ovum dan ketiga adalah menghalangi nidasi. Contoh pertama adalah kontrasepsi hormonal steroid, baik pil, suntikan dan implan. Contoh kedua terdiri dari kondom, mangkok vagina, spermisida, dan ligasi tuba, dan vas deferens. Khusus diterapkan pada laki-laki adalah sanggama terputus dan vasektomi, dimana pada kedua cara tersebut, sperma tersebut tidak pernah mencapai pada saluran kelamin wanita. Cara ketiga adalah IUD atau AKDR. Cara kontrasepsi tersebut mempunyai efektifitas yang berbeda-beda dalam memberikan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan (Simbolon, 2010).

3. Tujuan
Tujuan utama program KB Nasional adalah untuk memenuhi perintah masyarakat akan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang berkualitas, menurunkan tingkat/angka kematian ibu dan bayi, serta penaggulangan masalah kesehatan reproduksi dalam rangka membangun keluarga kecil berkualitas (Setyaarum, 2009 : 28).

Menurut Mansjoer (2009), pemilihan jenis kontrasepsi didasarkan pada tujuan penggunaan kontrasepsi yaitu:
1)    Menunda kehamilan. Pasangan dengan istri berusia di bawah 20 tahun dianjurkan menunda kehamilannya
2)    Menjarangkan kehamilan (mengatur kesuburan). Mas saat istri berusia 20-30 tahun adalah yang paling baik untuk melahirkan 2 anak dengan jarak kelahiran 3-4 tahun.
3)    Mengakhiri kesuburan (tidak ingin hamil lagi). Saat usia istri di atas 30 tahun, dianjurkan mengakhiri kehamilan setelah memiliki 2 anak.

4. Syarat
Hendaknya kontrasepsi memenuhi syarat seperti berikut :
1)    Aman pemakaiannya dan dapat dipercaya
2)    Efek samping yang merugikan tidak ada
3)    Lama pemakaiannya dapat diatur sesuai keinginan
4)    Tidak mengganggu hubungan persetubuhan
5)    Tidak memerlukan bantuan medik atau kontrol yang ketat selama pemakaiannya
6)    Cara penggunaannya sederhana
7)    Harganya murah supaya dapat dijangkau mesyarakat luas
8)    Dapat diterima pasangan suami istri

5. Macam-macam Alat Kontrasepsi
Metode kontrasepsi dapat dikelompokkan menjadi enam macam, yakni:
1). Metode perintang
Metode ini bekerja dengan cara menghalangi pertemuan antara sel sperma dengan sel telur ketika melakukan hubungan seksual (merintangi pembuahan). Diantaranya:
1)    Kondom.
2)    Spermisida.
3)    Diafragma.

2). Metode Hormonal
1)    Pil KB.
2)    Susuk/implan.
3)    Suntik KB.

3). Metode Intra Uterine Device (IUD) / Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

4). Metode operasi (sterilisasi).
1)    MOW (Metode Operasi Wanita).
2)    MOP (Metode Operasi Pria).

5). Metode Alami
1)    Pantang Berkala.
2)    Metode Pengecekan Lendir Serviks.
3)    Senggama Terputus (Coitus Interuptus).
4)    Metode Suhu Tubuh Basal.
5)    Metode Amenorhoe Laktasi (MAL)
6)    Simptotermal
7)    Metode Darurat
Metode darurat adalah cara untuk menghindari kehamilan setelah terlanjur melakukan hubungan seksual tanpa pelindung (Mansjoer, 2009).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Azwar, Saifuddin, 2010, Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya, Pustaka Pelajar, Yogyakarta : 155-157
  2. BKKBN, 2011, Pasutri Jarang Pake Kontrasepsi BKKBN Turunkan 35 Ribu Bidan, http://ekbis.rmol.co/read/2011/10/02/41128/Pasutri-Jarang-Pake-Kontrasepsi-BKKBN-Turunkan-35-Ribu-Bidan, diakses tanggal 14 Januari 2013
  3. Depkes, 2011, Situasi Upaya Kesehatan, http://www.depkes.go.id/downloads/ Profil_Data_Kesehatan_Indonesia_Tahun_2011.pdf,  diakses tanggal 13 Januari 2013
  4. Depkes, 2011, Pedoman Penanggulangan Anemia Gizi Untuk Remaja Putri Dan Wanita Usia Subur, gizi.depkes.go.id/anemia/Pedoman%20Anemia% 20Gizi.doc, diakses tanggal 18 Januari 2013
  5. Dinkes Jatim, 2011, Situasi Upaya Kesehatan, http://dinkes.Jatimprov .go.id/userfile/dokumen/1321926974_Profil_Kesehatan_Provinsi_Jawa_Timur_2011.pdf, diakses tanggal 13 Januari 2013.
  6. Dinkes Jombang, 2011, Situasi Derajat Kesehatan, http://www.jombangkab. go.id/egov/SatKerDa/page/1.2.6.2/2011%20Profil%20Kesehatan%20Bab%20IV.pdf, diakses tanggal 12 Januari 2013
  7. Dinkes Jombang, 2010, Situasi Upaya Kesehatan, http://www.jombangkab. go.id/egov/SatKerDa/page/1.2.6.2/2010%20Profil%20Kesehatan%20Bab%20IV.pdf, diakses tanggal 12 Januari 2013
  8. Dinkes Jombang, 2009, Situasi Upaya Kesehatan, http://www.jombangkab. go.id/egov/SatKerDa/page/1.2.6.2/2009%20Profil%20Kesehatan%20Bab%20IV.pdf, diakses tanggal 12 Januari 2013
  9. Hartanto, Hanafi, 2004, Keluarga Berencana dan Kontrasepsi, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta : 26-27
  10. Hidayat, Azis Alimul, 2009, Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data, Salemba Medika, Jakarta : 60-79
  11. Humas BKKBN Jatim, 2012, BKKBN Ajak Ulama Dukung Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Ber-KB, http://www.bkkbnjatim.com /berita.php?p=berita_detail&id=705, diakses tanggal 14 Januari 2013
  12. Humas BKKBN Jatim, 2012, Upayakan Optimalisasi Pelayanan KB, Gelar Temu Koordinasi bersama IBI dan Dinkes, http://www.bkkbnjatim.com /berita.php?p=berita_detail&id=470, diakses tanggal 13 Januari 2013
  13. Mansjoer, Arif, 2009, Kapita Selekta Kedokteran, Media Aesculaplus, Jakarta : 350-355
  14. Manuaba, Ida Bagus, 2005, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, EGC, Jakarta : 441-444
  15. Mochtar, Rustam, 2002, Sinopsis Obstetri, EGC, Jakarta : 268-276
  16. Nazir, Moh, 2009, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Bogor : 84-85
  17. Notoatmodjo, Soekidjo, 2010, Ilmu Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta : 92
  18. Notoatmodjo, Soekidjo, 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta : 35-36
  19. Nursalam, 2011, Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan, Salemba Medika, Jakarta : 109-111
  20. Saryono, 2011, Metodelogi Penelitian Kesehatan, Mitra Cendekia, Yogyakarta : 66-70
  21. Setyaarum, Dyah Noviawati, 2009, Panduan Lengkap Pelayanan KB Terkini, Muha Medika, Yogyakarta : 96-115
  22. Simbolon, Desnal, 2010, Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Pil Pada Akseptor KB Di Desa Pandiangan Kecamatan Laeparira Kabupaten Dairi, http://repository.usu .ac.id/bitstream/123456789/20492/7/09E02377.pdf, diakses tanggal 23 Februari 2013
  23. Sobur,  Alex, 2011, Psikologi Umum, CV Pustaka Setia, Bandung : 446 – 497
  24. Suparyanto, 2011, Wanita Usia Subur (WUS), http://dr.suparyanto. blogspot.com/2011/10/wanita-usia-subur-wus.html, diakses tanggal 20 Januari 2013
  25. Sugiyono, 2009, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Alfabeta, Bandung : 147
  26. Sunaryo, 2004, Psikologi Untuk Keperawatan, EGC, Jakarta : 93-98
  27. Syaifuddin, Abdul Bari, 2006, Buku Pelayanan Praktis Kontrasepsi, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta : MK-29
  28. Varney, Helen, 2008, Buku Ajar Asuhan Kebidanan, EGC, Jakarta :462-465
  29. Wiknjosastro, Hanifa, 2005, Ilmu Kandungan, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta : 534




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar