PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 09 Mei 2013

SEKILAS TENTANG KEHAMILAN

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG KEHAMILAN

1.  Definisi Kehamilan                   
 Kehamilan adalah urutan kejadian yang secara normal terdiri atas pembuahan, implantasi, pertumbuhan embrio, pertumbuhan janin dan berakhir pada kehamilan bayi. Ketika spermatozoa bertemu dengan ovum maka dimulailah awal kehamilan, setiap kehamilan selalu diawali dengan konsepsi yaitu pembuahan ovum oleh spermatozoa dan nidasi dari hasil konsepsi tersebut. Wanita setiap bulan melepaskan 1 atau 2 sel telur (ovum) dari indung telur (ovarium), yang ditangkap oleh umbai-umbai (fimbriae) dan masuk ke dalam saluran telur. Seorang wanita biasanya mengovulasi (menghasilkan ovum dari ovarii) hanya menghasilkan 450 ovum selama masa reproduksinya (Sudarti, 2012 : 3)

Kehamilan adalah  pernyataan mengenai keyakinan dan nilai / value yang dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang / kelompok. Filosofi asuhan kehamilan menggambarkan keyakinan yang dianut oleh bidan dan dijadikan sebagai panduan yang diyakini dalam memberikan asuhan kebidanan pada klien selama masa kehamilan. Dalam filosofi asuhan kehamilan ini dijelaskan beberapa keyakinan yang akan mewarnai asuhan itu antara lain yaitu :
1)    Kehamilan merupakan proses yang alamiah
2)    Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care)
3)    Pelayanan yang terpusat pada wanita serta keluarga
4)    Asuhan kehamilan menghargai hak ibu hamil untuk berpatisipasi dan memperoleh pengetahuan / pengalaman kehamilannya (Saryono, 2010 : 1)

Lamanya kehamilan kira-kira 280 hari atau 36-40 minggu dihitung dari haid pertama haid terakhir (HPHT), walaupun begitu akan lebih tepat apabila kita menghitung umur janin dari saat konsepsi meski tidak berbeda jauh dari ovulasi (selisih berapa jam). Ovulasi terjadi kurang lebih 2 minggu sebelum haid yang akan datang, maka apabla dihitung dari saat ovulasi, lamanya kehamilan 38 minggu atau 266 hari (Sudarti, 2012 : 12).

Perempuan yang sedang hamil mudah mengalami kecemasan, kemurungan, kegusaran dan mudah menangis. Kecemasan ibu hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan otak bayi. Disadari atau tidak, emosi apapun yang dirasakan oleh seorang ibu akan dirasakan sang bayi.

2. Masa Kehamilan dan Kecemasan
1. Trimester pertama
Perubahan pada tubuh seperti kegemukan dan timbulnya garis-garis pada perut. Perubahan dalam hubungan dengan individu lain. Perubahan tersebut menyebabkan wanita hamil merasa cemas, gusar, ketakutan, dan perasaan panik. Komplikasi kehamilan pada trimester ini adalah hiperemis gravidarum dan abortus.

a). Hiperemesis Gravidarum
Kehamilan yang paling sering disertai gangguan psikis adalah hiperemis gravidarum. Muntah-muntah yang berlebihan merupakan komponen reaksi psikologis terhadap situasi tertentu dalam kehidupan wanita. Tanpa itu biasanya wanita hamil muda hanya menderita rasa mual dan muntah sedikit-sedikit (emesis gravidarum).

b). Abortus
Abortus habitualis dapat disebabkan oleh faktor-faktor psikologis seperti pertentangan emosional yang telah ada sebelumnya atau yang timbul selama kehamilan. Pemikiran dan kecemasan / ketakutan akan beban-beban dan tanggung jawab dalam hubungannya tugas sebagai istri / ibu, akan menimbulkan pertentangan emosional yang hebat.

2. Trimester kedua
Pada masa ini wanita cenderung untuk memikirkan kesehatan kandungannya, keadaan janin, dan berfantasi akan angan-angan yang akan dicapainya pada kelahiran nanti.

3. Trimester ketiga
Selama periode ini sebagian besar wanita hamil dalam keadaan cemas yang nyata. Sebagian belum pernah merasakan tingkat kecemasan ini sebelumnya dan yang lainnya dapat mengatasi kecemasan tersebut dengan baik. Alasan yang mungkin menyebabkan peningkatan kecemasan adalah kecemasan mengenai ketakutan untuk melahirkan dan kekhawatiran terhadap anaknya.

3. Tujuan Asuhan Kehamilan
Tujuan utama ANC adalah menurunkan/mencegah kesakitan dan kematian maternal dan perinatal. Adapun tujuan khususnya:
1)    Memonitor kemajuan kehamilan guna memastikan kesehatan ibu dan perkembangan bayi yang normal
2)    Mengenali secara dini penyimpangan dari normal dan memberikan penatalaksanaan yang diperlukan
3)    Membina hubungan saling percaya antara ibu dan bidan dalam rangka mempersiapkan ibu dan keluarga secara fisik, emosional, dan logis untuk menghadapi kelahiran serta kemungkinan adanya komplikasi (Saryono, 2010 : 3)

4. Perubahan Fisiologis Selama Kehamilan
Perubahan anatomi dan fisiologi pada perempuan hamil sebagian besar sudah terjadi segera setelah fertilisasi dan terus berlanjut selama kehamilan. Kebanyakan perubahan ini merupakan respons terhadap janin. Satu hal yang menakjubkan adalah bahwa hampir semua perubahan ini akan kembali seperti  keadaan sebelum hamil setelah proses persalinan dan menyusui selesai.

Pemahaman tentang perubahan fisiologis selama kehamilan merupakan salah satu tujuan ilmu kebidanan. Hampir tidak mungkin dapat mengerti proses penyakit yang terjadi selama kehamilan dan masa nifas tanpa disertai pemahaman mengenai perubahan anatomi dan fisiologi ini.
1. Perubahan sistem  reproduksi
a). Uterus
Selama kehamilan uterus akan beradaptasi untuk menerima dan melindungi hasil konsepsi (janin, plasenta, amnion) sampai persalinan. Uterus mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk bertambah besar dengan cepat selama kehamilan dan pulih kembali seperti keadaan semula dalam beberapa minggu setelah persalinan. Pada perempuan tidak hamil uterus mempunyai berat 70 g dan kapasitas 10 ml atau kurang. Selama kehamilan, uterus akan berubah menjadi suatu organ yang mampu menampung janin, plasenta, dan cairan amnion rata-rata pada akhir kehamilan volume totalnya mencapai 5 l bahkan dapat mencapai 20 l atau lebih dengan berat rata-rata 1100 g.

b). Serviks
Satu bulan setelah konsepsi akan menjadi lebih lunak karena bertambah vaskularisasinya, kondisi ini disebut tanda Goodell.

c). Ovarium
Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan pematangan folikel baru juga ditunda. Hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium. Folikel ini akan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan berperan sebagai hasil progesteron dalam jumlah yang relatif minimal.

d). Vagina dan perineum
Selama kehamilan peningkatan vaskularisasi dan hiperemia terlihat jelas pada kulit dan otot-otot perineum dan vulva, sehingga pada vagina akan terlihat berwarna keunguan yang dikenal dengan tanda Chadwick. Perubahan ini meliputi penipisan mukosa dan hilangnya sejumlah jaringan ikat dan hipertrofi dari sel-sel otot polos. Dinding vagina mengalami banyak perubahan yang merupakan persiapan untuk mengalami peregangan dalam waktu persalinan dengan meningkatnya ketebalan mukosa, mengendornya jaringan ikat, dan hipertrofi sel otot polos. Perubahan ini mengakibatkan bertambah panjangnya dinding vagina.

2. Perubahan kulit
Topeng kehamilan (cloasma gravidarum) adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak di kulit kening dan pipi. Peningkatan pigmentasi juga terjadi disekeliling puting susu, sedangkan di perut bagian bawah tengah biasanya tampak garis gelap. Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya selaput elastis di bawah kulit, sehingga menimbulkan striae gravidarum.

3. Perubahan payudara
Pada awal kehamilan perempuan akan merasakan payudaranya menjadi lebih lunak. Setelah bulan kedua payudara akan bertambah ukurannya dan vena-vena di bawah kulit akan lebih terlihat. Puting payudara akan lebih besar, kehitaman, dan tegak. Setelah bulan pertama suatu cairan berwarna kekuningan yang disebut kolostrum dapat keluar.  Pada bulan yang sama areola akan lebih besar dan kehitaman.

4. Perubahan sistem  pencernaan
Seiring dengan makin besarnya uterus, lambung dan usus akan tergeser. Demikian juga dengan yang lainnya seperti apendiks yang akan bergeser ke arah atas dan lateral. Perubahan yang nyata akan terjadi pada penurunan motilitas otot polos pada traktus digestivus dan penurunan sekresi asan hidriklorid dan peptin di lambung sehingga akan menimbulkan gejala berupa pirosis yang disebabkan oleh reflek asam lambung ke esophagus bawah sebagai akibat perubahan posisi lambung dan menurunnya tonus sfingter esofaghus bagian bawah. Mual terjadi akibat penurunan asam hidriklorid dan penurunan motilitas, serta konstipasi sebagai akibat penurunan motilitas usus besar.

Gusi akan lebih hiperemis dan lunak sehingga dengan trauma sedang saja bisa mengakibatkan perdarahan. Hemoroid juga merupakan sesuatu hal yang sering terjadi sebagai akibat konstipasi dan peningkatan tekanan vena pada bagian bawah karena pembesaran uterus.

5. Perubahan sistem  respirasi
Kehamilan sangat sedikit mempengaruhi respirasi dibandingkan dengan sistem kardiovaskuler. Tetapi perubahan yang terjadi menyebabkan ketidaknyamanan dan keadaan yang tidak menyenangkan pada kehamilan dan penyakit sistem respirasi bisa menjadi lebih parah karena kehamilan. Mukosa sistem respirasi menjadi hiperemik dan edema dengan mukus yang hipersekresi mengarah pada sesak dan epistaksis. Hasilnya banyak wanita hamil yang mengeluh pilek kronis.

Nafas yang berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan, dispnea dan pusing. Ketika kebutuhan untuk bernafas menjadi lebih, ibu hamil mengeluh nafas pendek. Perhatian yang lebih harus diberikan untuk menghindari dispnea dan tanda / gejala penyakit jantung atau paru. Ruang abdomen yang membesar oleh karena meningkatnya ruang rahim dan pembentukan hormone progesteron menyebabkan paru-paru berfungsi sedikit berbeda dari biasanya. Wanita hamil bernafas lebih cepat dan lebih dalam karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk janin dan untuk dirinya. Lingkar dada wanita hamil agak membesar. Lapisan saluran pernafasan menerima lebih banyak darah (kongesti). Kadang hidung dan tenggorokan mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini.

6. Perubahan sistem urinaria
Selama kehamilan, ginjal akan bekerja lebih berat. Ginjal menyaring darah yang volumenya meningkat (sampai 30-50 % atau lebih), yang puncaknya terjadi pada usia kehamilan 16-24 minggu sampai sesaat sebelum persalinan (pada saat ini aliran darah ke ginjal berkurang akibat penekanan rahim yang membesar). Dalam keadaan normal, aktivitas ginjal meningkat ketika berbaring dan menurun ketika berdiri. Keadaan ini semakin menguat selama kehamilan, karena itu wanita hamil sering merasa ingin berkemih ketika mereka mencoba untuk berbaring / tidur.

7. Perubahan sistem metabolisme
Janin membutuhkan 30 - 40 gram kalsium untuk pembentukan tulangnya dan ini terjadi ketika trimester terakhir. Oleh karena itu, peningkatan asupan kalsium sangat diperlukan untuk menunjang kebutuhan. Peningkatan kebutuhan kalsium mencapai 70 % dari diet biasanya. Penting bagi ibu hamil untuk selalu sarapan karena kadar glukosa darah ibu sangat berperan dalam perkembangan janin. Pada metabolisme lemak terjadi peningkatan kadar kolesterol sampai 350 mg atau lebih per 100 cc. Hormon somatotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak pada payudara. Pada metabolisme mineral yang terjadi adalah sebagai berikut :
1)    Kalsium. Dibutuhkan rata-rata 1,5 gram sehari, sedangkan untuk pembentukan tulang terutama di trimester akhir dibutuhkan 30-40 gram.
2)    Fosfor. Dibutuhkan rata-rata 2 gr / hari.
3)    Air. Wanita hamil cenderung mengalami retensi air.

8. Perubahan sistem kardiovaskuler
Selama kehamilan, jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya atau biasa disebut sebagai curah jantung (cardiac output) meningkat sampai 20-50 %. Peningkatan ini mulai terjadi pada usia kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada usia kehamilan 16-28 minggu. Oleh karena curah jantung yang meningkat, maka denyut jantung yang meningkat (dalam keadaan normal 70 kali / menit menjadi 80-90 kali / menit).

Setelah mencapai kehamilan 30 minggu, curah jantung agak menurun karena pembesaran rahim menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. Selama persalinan, curah jantung meningkat sebesar 30 %, setelah persalinan curah jantung menurun sampai 15 - 25 % di atas batas kehamilan, lalu secara perlahan kembali ke batas kehamilan.

Peningkatan curah jantung selama kehamilan kemungkinan terjadi karena adanya perubahan alam aliran darah ke rahim. Janin yang terus tumbuh, menyebabkan darah lebih banyak dikirim ke rahim ibu. Pada akhir usia kehamilan, rahim menerima seperlima dari seluruh darah ibu (Prawirohardjo, 2009).

DAFTAR PUSTAKA
1.    Aprianawati, B. 2009. Kecemasan Ibu Hamil. http://skripsistikes.files.wordpress.com/2009/08/56.pdf diakses tanggal 2 Maret 2013
2.    Carpenito, Lynda Juall. 2006. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. EGC. Jakarta
3.    Hidayat, A.Aziz Alimul. 2007. Metode Penelitian Kebidanan Teknik Analisis Data. Salemba Medika. Jakarta
4.    Jauhari, N. 2009. Gangguan Cemas Pada Ibu Hamil. http://medicom.blogdetik.com.cemas-pada-ibu-hamil/ diakses tanggal 1 maret 2013
5.    Leveno, J Kenneth. 2009. Obstetri Williams Edisi 21. EGC. Jakarta
6.    Nanda Internasional. 2010. Diagnosis Keperawatan. EGC. Jakarta
7.    Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metode Penelitian Kesehatan. PT Rineka Cipta. Jakarta
8.    Nursalam. 2011. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Edisi 2. Salemba Medika. Jakarta
9.    Pantiawati, Ika. dan Saryono. 2010. Asuhan Kebidanan 1 Kehamilan. Nuha Medika. Yogyakarta
10. Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta
11. Puspitasari, Y. 2011. Kecemasan Ibu Hamil. http://lib.uin-malang.ac.id/  diakses tanggal 26 Februari 2013
12. Salmah, Rusmiati. Maryanah. dan Susanti. Asuhan Kebidanan Antenatal. EGC. Jakarta
13. Sudarti, Rodiyah. Judha  Mohamad. dan Yongky. 2012. Asuhan Pertumbuhan Kehamilan, Persalinan, Neonatus, Bayi Dan Balita. Nuha Medika. Yogyakarta
14. Sulistyawati, Ari. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Salemba Medika. Jakarta



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar